Fahri Hamzah Ungkit 'Dosa' Kader yang Tak Dipecat, PKS: Mereka Minta Maaf

Fahri Hamzah Ungkit 'Dosa' Kader yang Tak Dipecat, PKS: Mereka Minta Maaf

Indah Mutiara Kami - detikNews
Selasa, 12 Apr 2016 11:14 WIB
Fahri Hamzah Ungkit Dosa Kader yang Tak Dipecat, PKS: Mereka Minta Maaf
Politikus PKS Zainudin Paru (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Melawan pemecatannya, Fahri Hamzah mengungkit dosa-dosa kader PKS lainnya seperti Arifinto dan Luthfi Hasan Ishaaq. PKS menyebut ada perbedaan dari kasus-kasus itu.

"Mereka kan menyatakan bersalah, menyampaikan permohonan maaf," kata Ketua DPP Bidang Hukum PKS, Zainudin Paru saat dihubungi, Selasa (12/4/2016).

Zainudin enggan bicara soal kasus per kasus di PKS tersebut. Termasuk tentang aksi Fahri mengungkit dosa-dosa tersebut.

"Kami menahan diri untuk tidak bicara. Kita lihat di sidang saja," ujarnya.

Sidang yang dimaksud adalah sidang gugatan terhadap pemecatan yang dilakukan PKS. Fahri sudah mendaftarkan gugatan itu di PN Jaksel.

Sebelumnya, Fahri melontarkan 'peluru' ke PKS usai dipecat. Dia pun mempertanyakan kader-kader lain yang dosanya lebih berat tapi tidak dipecat.

"Di partai ini ada yang bikin kami susah setengah mati. Partai kena musibah jelang pemilu, saya jadi jubir, jungkir balik. Ada kriminalisasi ke partai dan kami coba bertahan. Orang itu tidak dipecat. Ada yang bikin ramai karena kedapatan saksikan sesuatu di paripurna. Orang itu tidak dipecat," kata Fahri dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (4/4/2016) lalu.

Salah satu politikus PKS yang disebut Fahri kemungkinan besar adalah Arifinto, yang pernah kedapatan melihat video porno saat paripurna DPR. Belum pernah ada kasus serupa di DPR.

Dia tertangkap kamera sedang menonton film porno saat rapat paripurna DPR, Jumat (8/4/2011) silam. Tindakan tidak terpuji itu segera mendapat kecaman luas dari berbagai kalangan termasuk para anggota dewan sendiri.

Arifinto dalam jumpa pers usai sidang paripurna ketika dia tertangkap kamera menonton video porno mengungkapkan dia mendapat kiriman email dari seseorang, hingga kemudian dia membuka email itu yang ternyata berisi URL video porno. Namun dalam foto yang beredar, hasil jepretan fotografer Media Indonesia, kuat dugaan Arifinto membuka folder.

Arifinto akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya sebagai anggota DPR pada Senin (11/4/2011). Dia saat ini masih berstatus anggota Majelis Syuro PKS. (imk/tor)


Berita Terkait