Mega: Ada yang Ingin Adu Domba Saya dengan Guruh

Mega: Ada yang Ingin Adu Domba Saya dengan Guruh

- detikNews
Rabu, 16 Mar 2005 14:32 WIB
Semarang - Untuk mengantisipasi situasi buruk dalam tubuh partai, Ketua Umum (Ketum) DPP PDIP Megawati berjanji akan melawan kelompok yang mengintervensi kongres yang bakal digelar 28 Maret - 1 April mendatang di Bali."Siapa pun yang mengintervensi kongres, yang mengobrak-abrik partai, baik kelompok tertentu maupun pemerintah, akan kami lawan. Saya ingin partai berdiri tegak sesuai konstitusi," kata Megawati dihadapan peserta Rakerdasus PDIP Jateng di kantor DPD PDI-P Jateng, Jl. Siliwangi Semarang, Rabu (16/3/2005).Intervensi yang sudah mulai dirasakan adalah munculnya Guruh Soekarnoputra dalam bursa pencalonan Ketum. Menurut Mega, ada orang atau kelompok yang ingin mengadu domba antara dirinya dan Guruh. Tapi dirinya belum tahu siap "sutradara" dalam sandiwara itu."Sebagai kakak saya bangga Guruh maju. Tapi sebagai kakak juga, saya menyarankan meski sama-sama anak Soekarno, Guruh lebih menonjol di bidang seni dan budaya. Akan lebih baik, kalau ia bergerak di bidang itu saja," papar Mega.Selain pencalonan Guruh, indikasi adanya intervensi menjelang kongres adalah, adanya suara-suara vokal dari orang-orang yang tidak berkapasitas di tubuh partai. Kelompok itu bukanlah perwakilan kelembagaan di tingkat apa pun, tapi mereka terlihat vokal kalau bicara soal PDIP.Megawati menandaskan kelompok yang bukan calon utusan kongres diharapkan diam dan tidak ikut campur dalam urusan partai. "Kalau tidak, mereka bisa membikin ricuh. Mereka bisa saja mempengaruhi kader dan pengurus," imbuhnya.Mengenai pencalonannya, Megawati menegaskan dirinya akan maju. Dia mengaku tidak tega melihat partai dan kondisi bangsa yang sedang kacau. Kalau tidak terpilih sebagai Ketum, maka ia siap menjadi anggota biasa."Tolong dicatat, di hadapan kalian semua, saya menyatakan dengan tegas kalau tidak terpilih maka saya akan menjadi anggota biasa," tegas mantan presiden ini.Dalam acara itu, Megawati memberikan sambutan selama sekitar 2 jam. Ia lebih sering menceritakan masa lalunya tentang Soekarno. Ia juga bernostalgia mengenai susahnya memimpin partai di masa dulu dan pengalamannya memimpinnegara. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads