2 Relawan Adu Jotos di Depan Ruang Bupati Bantul, Kasusnya Berujung ke Polisi

2 Relawan Adu Jotos di Depan Ruang Bupati Bantul, Kasusnya Berujung ke Polisi

Muhammad Afifi - detikNews
Senin, 11 Apr 2016 18:17 WIB
2 Relawan Adu Jotos di Depan Ruang Bupati Bantul, Kasusnya Berujung ke Polisi
Foto: Ilustrasi
Bantul - Bersatu padu saat kampanye pemenangan kepala daerah, lazim terjadi. Tapi pasca kemenangan, saling sikut bahkan adu jotos pun bisa saja terjadi. Seperti terjadi di Bantul, DIY, sesama relawan yang tengah antre untuk menghadap Bupati Bantul Suharsono terlibat adu jotos tepat di depan ruang sang kepala daerah. Gara-garanya pun sepele. Sebatang rokok!

Peristiwa ini terjadi saat rombongan relawan yang sama-sama berjuang memenangkan pasangan Suharsono-Abdul Halim Muslih dalam pemilukada lalu, tengah antre di depan ruangan bupati, Senin (11/4/2016). Saat itu, Ratno Suyadi (37) warga Keradenan Piyungan Bantul yang datang bersama rekan-rekannya mendapati rombongan relawan yang lebih dulu tiba di lantai dua kantor bupati.

Namun karena bupati tengah menemui tamu di ruangannya, rombongan relawan beda rombongan ini antri sambil ngobrol. Di sela obrolan itu, Ratno dimintai sebatang rokok oleh Imam alias Bendhol (45) warga Teruman Bantul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun tiba-tiba saja keributan terjadi. Ratno ditendang dan dipukul Imam gara-gara tersinggung atas ucapannya.

"Pas dia minta rokok saya bilang, relawan sugih kok njaluk karo wong kere (relawan kaya kok minta rokok ke orang miskin). Seketika saya ditendang dan dipukul, padahal saya cuma bercanda," dalih Ratno.

Keributan antar sesama relawan itu akhirnya berhasil direda oleh masing-masing rekannya. Namun, Imam yang dibawa turun ke lantai satu terus berteriak sambil melontarkan ancaman.

"Awas mengko bengi!" ancam Imam seperti ditirukan Sigit, teman Ratno.

Tidak terima atas pemukulan rekannya itu, Ratno mendatangi RSUD Panembahan Senopati untuk visum dan melaporkan kasus ini ke bagian SPK Polres Bantul.

"Saya belum bisa berkomentar jauh karena laporan belum sampai ke meja saya. Tapi yang pasti ini akan diusut dan tidak akan ada intervensi," kata Kasatreskrim Polres Bantul, AKP M. Kasim Akbar Bantilan saat ditemui di kantornya.

Sementara itu, Bupati Bantul Suharsono saat dikonfimasi mengaku belum mendapat laporan atas keributan yang melibatkan para relawannya.

"Saya malah belum tahu (ada keributan). Tapi kalau sudah ditangani pihak berwajib, ya silakan lanjut saja. Meskipun itu relawan saya, kalau melanggar hukum ya biar diproses," katanya.

Pensiuanan polisi berpangkat Kombes Pol ini memenangkan pemilukada dengan berpasangan dengan Abdul Halim Muslih pada Desember lalu. Saat itu, kelompok-kelompok masyarakat yang tergabung dalam relawan Harsono-Halim, bersatu-padu mengantarkan pasangan yang diusung Gerindra dan PKB ini meraup 47 persen suara, mengalahkan pasangan petahana Sri Suryawidati-Misbakhul Munir yang diusung PDI Perjuangan. (try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads