Ikohi Keberatan 2 Purnawirawan Masuk Tim Penghilangan Paksa

Ikohi Keberatan 2 Purnawirawan Masuk Tim Penghilangan Paksa

- detikNews
Rabu, 16 Mar 2005 14:10 WIB
Jakarta - Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (Ikohi) keberatan 2 purnawirawan ABRI dan Polri masuk dalam Tim Penghilangan Orang Secara Paksa Komnas HAM.Kedua orang yang dimaksud adalah Syamsuddin yang merupakan purnawirawan TNI berangkat Mayjen, dan Koesparmono yang merupakan purnawirawan Polri berpangkat Mayjen."Kami khawatir unsur purnawirawan ini akan mengalami perbenturan kepentingan yang akan mengakibatkan penyelidikan yang dilakukan akan berpihak," kata Ketua Ikohi Mugiyanto di Kantor Komnas HAM jalan Latuharhari Jakarta Pusat, Rabu (16/3/2005).Komposisi di mana 2 dari 5 anggota tim penyelidik itu berasal dari unsur purnawirawan, dinilainya telah menunjukkan tidak sensitifnya Ketua Komnas HAM Abdul Hakim Garuda Nusantara dalam menetapkan anggota.Syamsuddin yang menerima kedatangan Ikohi itu mengakui kalau dirinya memang merupakan purnawirawan TNI dan mantan anggota Kopassus. Namun dia meminta kepada semua pihak untuk tidak berprasangka buruk terhadap dirinya karena melihat latar belakangnya."Saya mengerti betul apa yang dirasakan Anda. Tetapi saya sudah pernah menangani kasus peristiwa Kebon Cengkeh di Ambon, kasus Tanjung Priok, di mana para pelakunya adalah oknum TNI. Saya sudah memberikan rekomendasi siapa-siapa yang terlibat pelanggaran HAM, seperti Anda sudah tahu semua," kata Syamsuddin yang didampingi Ketua Tim Penghilangan Paksa, Roeswiyati.Tim menerima 20 orang yang tergabung dalam Ikohi. Mereka menyampaikan tuntutan agar tim harus menjadikan semangat melawan impunitas sebagai landasan kerja.Selain itu Ikohi meminta agar tim membuka peluang bagi korban dan masyarakat untuk memberikan masukan, serta tetap menjaga kemandirian dan ketidakberpihakan.Ikohi tiba di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB. Mereka menggelar aksi di halaman Komnas HAM. Beberapa spanduk yang digelar bertuliskan "Kembalikan mereka yang hilang" dan "Bentuk tim penyelidik projustisia kasus penculikan 1997-1998".Selain itu mereka mengusung beberapa fotokopi gambar wajah sejumlah aktivis yang hilang, dan hingga kini belum kembali, serta tidak diketahui di mana keberadaannya. Ikohi membubarkan diri sekitar pukul 12.30 WIB. (sss/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini