Polisi: Penertiban Luar Batang Lancar, Tidak Ricuh

Polisi: Penertiban Luar Batang Lancar, Tidak Ricuh

Jabbar Ramdhani - detikNews
Senin, 11 Apr 2016 17:17 WIB
Polisi: Penertiban Luar Batang Lancar, Tidak Ricuh
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Permukiman liar di sekitar Pasar Ikan dan Museum Bahari, Penjaringan, Jakarta Utara, berhasil ditertibkan. Meski demikian, aksi penolakan sebagian warga sempat mewarnai jalannya proses penertiban.

Kepala Biro Operasional Polda Metro Jaya Kombes Martuani mengungkapkan proses penertiban berjalan lancar. Tidak ada kericuhan antara warga dan aparat gabungan di Pasar Ikan.

"Masalah sebenarnya bukan ricuh tadi pagi, mereka tidak mau meninggalkan tempat. Bahasanya harus saya luruskan, mereka tidak mau meninggalkan tempat. Ketika mereka tidak mau meninggalkan tempat maka diimbau atau diberikan somasi sebagai peringatan oleh Bapak Camat sebanyak tiga kali. Maka siapa pun yang ada di situ, karena Pak Camat adalah pemerintah yang sah, wajib meninggalkan tempat," ujar Martuani di Kampung Luar Batang, Jakarta Utara, Senin (11/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Martuani memastikan proses penertiban tadi pagi berlangsung secara baik dengan mengendepankan pendekatan humanis. Sehingga tidak benar jika ada yang mengatakan penuh kekerasan atau berujung ricuh.

Mengenai kendaraan aktivis Ratna Sarumpaet yang sempat dihalang mobil Provos, Martuani memberikan klarifikasinya. Ia menyebut mobil Ratna sudah lebih dulu terparkir sebelum pihaknya datang, sehingga wajar saja apabila pihaknya memarkirkan mobilnya di depannya secara paralel.

"Kita tidak tahu bahwa itu mobilnya. Mungkin Ibu Ratna tadi datang pagi-pagi sebelum aparat datang, jadi mobilnya memang terhalang mobil aparat. Fokus kita untuk pengamanan penertiban tadi, tapi jika Bu Ratna dimasukkan ke dalam mobil polisi itu tidak pernah," terangnya.

Dia menekankan, proses penertiban tadi pagi berjalan lancar. Tidak ada orang yang yang diamankan.

Ada beberapa orang yang diangkut bus sekolah untuk ditampung sementara ke Dinas Sosial DKI. Sejumlah warga yang sempat menolak direlokasi juga sudah bersedia mendaftar ke Rusun Rawabebek yang disiapkan Pemprov DKI. (aws/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads