Namun dengan kemudahan Semar, masyarakat tinggal klik dan ambulans akan dijamin datang maksimal 10 menit kemudian. Bahkan masyarakat tak perlu repot-repot menyiapkan administrasi karena aplikasi tersebut telah terkoneksi dengan data kependudukan, salah satunya e-KTP sebagai syarat download Semar.
Foto: Tri Ispranoto/detikcom |
"Untuk masuk ke Semar kan harus daftar dulu dengan e-KTP. Jadi datanya sudah ada, gak perlu lagi repot-repot fotokopi saat berada di rumah sakit. Jadi tidak perlu antri langsung bisa dirawat," jelas Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, usai launching Semar di Gedung Kembar (Nakula-Sadewa), Kabupaten Purwakarta, Senin (11/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari 11 rumah sakit tersebut beberapa diantaranya berada di luar Kabupaten Purwakarta, seperti RS Hasan Sadikin (Bandung), RS Ginjal Ny BJ Habibie (Bandung), RS Mata Cicendo (Bandung), RS Jiwa Cisarua (KBB), RS Cipto Mangunkusumo (Jakarta), dan RS Jantung Harapan Kita (Jakarta).
"Nah jadi nanti selama orang itu menunggu dan dibawa oleh ambulans tak perlu lagi repot menyiapkan administrasi. Semuanya sudah diuruskan secara online. Tak perlu lagi takut kamar penuh, kalau penuh nanti sistem akan mengarahkan ambulan pada rumah sakit yang tersedia kamar kosong," bebernya.
Foto: Tri Ispranoto/detikcom |
Saat ini, dari 120 unit yang ada terdapat 40 mobil ambulans yang sudah siap online dengan ditempatkan di tempat-tempat strategis dan puskesmas. Sementara sisanya masih dipersiapkan agar kedepan sudah siap untuk online, terutama dari sisi SDM pengemudi ambulans.
Bagi masyarakat yang belum bisa mengakses Semar karena menggunakan hp non android masih tetap bisa meminta bantuan ambulans gratis dengan menghubungi aparat terdekat atau langsung SMS ke SMS center dengan nomor 08121297775. (trw/trw)












































Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Foto: Tri Ispranoto/detikcom