Informasi yang diperoleh detikcom, seorang siswa SMK Panmas kelas 12 bernama Muhammad Imron (18) yang sempat kritis karena mengalami luka tusuk yang menembus lambung dan luka robek di tangan kiri, sehingga jempol tangan kirinya putus terkena sabetan senjata tajam, meninggal dunia pada Sabtu (9/4/2016) pukul 22.30 WIB di RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Video jasad Muhammad Imron yang dibawa dari RS Fatmawati ke rumah duka diposting oleh kontributor pasangmata ber-ID 79 Zero di sini.
(Baca juga: Anak SMK Tawuran di Pancoran Mas Depok, 1 Siswa Masih Kritis)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasat Reskrim Polres Depok Kompol Teguh Nugroho membenarkan penangkapan tersangka.
"Iya betul, tersangka ditangkap, sudah diamankan," kata Kompol Teguh dikonfirmasi detikcom, Senin (11/4/2016) siang.
Tawuran SMK di Pancoran Mas telah terjadi beberapa kali. Menurut arsip detikcom, tawuran antar siswa SMK swasta yang menimbulkan korban jiwa pernah terjadi pada Rabu 13 Agustus 2014. Saat itu, seorang siswa SMK Baskara, Wandi Setiawan (17), tewas dengan penuh luka bacok.
(Baca juga: Tawuran Pelajar Pecah di Pancoran Mas Depok, Seorang Pelajar Tewas)
Tawuran serupa juga pernah terjadi pada Rabu, 12 September 2012. Saat itu, 10 pelajar SMK Baskara pulang sekolah dengan menumpang truk semen bak terbuka di Jalan Raya Sawangan. Ketika tiba di perempatan Mampang berpapasan dengan sekitar 20 pelajar SMK Pancoran Mas. Kemudian terjadi saling ejek.
(Baca juga: Berkas Tersangka Pembacok Pelajar SMK di Depok Dilimpahkan ke Kejaksaan)
Pelajar SMK Panmas berinisial YK melempar dengan batu besar dengan tangan kirinya yang mengenai kepala Dedi Triyudha. LDS membacok paha kiri DT dengan celurit yang diambil dari tangan YK. Kemudian puluhan pelajar SMK melarikan diri. Korban yang mengalami kepala pecah dan luka bacok di paha kiri meninggal di halaman sebuah klinik di Rangkapan Jaya, Kota Depok. (nwk/nrl)











































