"Tapi kalau soal penghubung mereka dengan Pak Gubernur, kadang-kadang iya. Karena mereka kan ingin kasih masukan, sungkan dengan Pak Ahok, atau 'timing'-nya kapan yang tepat. Kadang-kadang via saya, kadang-kadang juga langsung juga," jelas Sunny, Senin (11/4/2016).
Sunny menyebut, DPRD DKI bahkan sudah kenal lama dengan pengembang properti. Sanusi yang diciduk KPK, dahulu sebelum menjadi DPRD merupakan pengusaha properti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Paguyuban Reklamasi itu selain berinteraksi dengan tim di Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah -red), selama proses pembentukan draf dari versi eksekutif, itu biasanya di dalam ada yang namanya konsultan Bappeda," urai dia.
Kemudian, lanjut Sunny, pihak Bappeda dan konsultan Bappeda berdiskusi dengan Paguyuban. Selalu ada perbedaan pandangan. Mereka juga ingin menyampaikan perbedaan pandangan dari sisi mereka itu seperti apa pandangannya.
"Kadang-kadang mereka langsung ke Pak Gubernur, kadang-kadang juga lewat saya, kenalnya dari situ, interaksinya dari situ," tutur dia. (dra/dra)










































