Tikus Akar, Mamalia Baru dari Sulawesi yang Hobi Makan Akar Tanaman

ADVERTISEMENT

Tikus Akar, Mamalia Baru dari Sulawesi yang Hobi Makan Akar Tanaman

Nur Khafifah - detikNews
Senin, 11 Apr 2016 08:52 WIB
Foto: Museum Victoria
Jakarta - Peneliti dari LIPI dan Museum Victoria menemukan spesies tikus baru di Gunung Gandang Dewata, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat yakni tikus akar. Penamaan tikus akar dilakukan berdasarkan keunikannya yang merupakan pemakan akar tanaman.

"Kita namakan tikus akar karena berdasarkan penelitian mengenai saluran pencernaan dengan dibantu ahli dari Museum Victoria, teridentifikasi bahwa yang ada di dalam saluran pencernaan tikus kebanyakan material akar tanaman," kata peneliti LIPI Anang Achmadi saat berbincang dengan detikcom, Senin (11/4/2016).

Anang menjelaskan, secara umum, tikus merupakan binatang omnivora atau pemakan segala. Namun untuk tikus akar lebih banyak mengkonsumsi akar tanaman. Selain itu, tikus akar juga makan biji-bijian, lava dan serangga. Penemuan ini telah dipublikasi dalam jurnal ilmiah dan dipastikan sebagai genus baru. Tikus akar belum pernah ditemukan sebelumnya di kawasan manapun.

Sejauh ini, Anang dan timnya baru menemukan 6 ekor tikus akar di Gunung Gandang Dewata. Spesies jenis baru dengan nama latin Gracilimus radix itu ditemukan di kawasan Pos I dengan ketinggian sekitar 1.700 meter di atas permukaan air laut (MDPL).

"Jumlahnya masih mungkin bertambah karena kami belum melakukan penelitian menyeluruh," ujarnya.

Selain pemakan akar tanaman, karakteristik khusus tikus akar lainnya adalah perbedaan anatomi tubuh. Tikus akar memiliki moncong, telinga dan ekor yang berbeda dengan tikus pada umumnya.

"Yang paling dekat dengan tikus akar adalah tikus air. Dia memiliki selaput renang," ujarnya.

Penemuan tikus akar merupakan hasil jerih payah dari tim LIPI dan Museum Veronica Australia yang telah melakukan penelitian di hutan-hutan di Sulawesi selama sekitar 6 tahun. Hutan-hutan lain yang menjadi objek penelitian antara lain hutan di Gunung Latimojong, Lore Lindu, Luwuk Banggai dan Tompotika.

Dari hasil penelitian sejak tahun 2010 tersebut, hasilnya sangat mengejutkan. Tim menemukan 3 genus baru dari tikus yakni tikus ompong atau aucidentomys vermidax, tikus air atau Waiomys mamasae dan tikus hidung babi atau Hyorhinomys stuempkei. Tikus sengaja dijadikan salah satu objek penelitian mengingat populasi mamalia kecil di Sulawesi Barat terakhir terdata pada tahun 1939 oleh ilmuan Belanda.

"Dari satu kelompok hewan saja banyak ditemukan spesies baru, maka kemungkinan untuk kelompok hewan lain juga masih sangat besar," kata Anang.

(kff/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT