Nusantara Mengaji Diharapkan Bisa Cegah Kemerosotan Moral

Nusantara Mengaji Diharapkan Bisa Cegah Kemerosotan Moral

Ahmad Masaul Khoiri - detikNews
Senin, 11 Apr 2016 00:34 WIB
Nusantara Mengaji Diharapkan Bisa Cegah Kemerosotan Moral
Deklarasi Nusantara Mengaji (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Jakarta - Gerakan 'Nusantara Mengaji' sudah digaungkan lewat deklarasi malam ini. Ketum PKB Muhaimin Iskandar yang merupakan inisiator berharap kegiatan tersebut bisa menjadi pencegah kemerosotan moral bangsa yang terjadi saat ini.

Tokoh yang akrab disapa Cak Imin ini menjelaskan bahwa Nusantara Mengaji bermula ketika ia diberi mandat oleh kiainya. Namun permintaan kiainya tersebut menurutnya tidak biasa.

"Saya disuruh kiai membuat acara Khotmil Quran dan tidak hanya beberapa orang saja. Tapi sebanyak 300 ribu kali," tutur Cak Imin dalam sambutannya di acara Deklarasi Nusantara Mengaji di Jalan Batan No 63, Jakarta Selatan, Minggu (10/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada 7-8 Mei 2016 mendatang, di seluruh pelosok nusantara akan diadakan khataman Al-Quran. Menurut Cak Imin, inti dari Nusantara Mengaji yaitu mendoakan bangsa ini agar segera teratasi semua masalahnya. Yaitu dengan doa dan lewat kegiatan melafalkan Al-Quran tersebut.

"Ini sebagai instruksi untuk warga NU. Hal ini juga diharapkan dapat mencegah dekadensi (kemerosotan) moral yang semakin rendah," sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketum PBNU Said Aqil Siradj berpesan agar umat muslim meneladani para kiai yang dulu telah berjuang demi bangsa lewat agama. Para kiai tersebut berjuang sepenuh hati karena mereka cinta dengan Indonesia

"Acara ini merupakan kelanjutan dari musabaqah Tilawatil Quran. Islam bagi kita merupakan landasan untuk mencintai negeri. Karena kita adalah Islam yang nasionalis. Kita cinta negeri ini seperti para kiai nasionalis kita," tutur Said dalam sambutannya.

Malam deklarasi Nusantara Mengaji juga dihadiri oleh 4 menteri Kabinet Kerja. Pantauan detikcom di lokasi, Muhaimin Iskandar ditemani oleh Menristek dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Menteri Desa PDT dan Transmigrasi Marwan Jafar, Menpora Imam Nahrawi, dan Menaker Hanif Dhakiri. Hadir pula Ketua PBNU Said Aqil Siradj, Rektor UIN Jakarta Prof Dede Rosyada. (imk/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads