Asita adalah Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies dan Matta adalah Malaysian Association of Tour and Travel Agents. Kerja sama tersebut kemudian dituangkan dalam sebuah MoU yang ditanda tangani oleh Ketua DPD Asita NTB Dewantoro Umbu Joka dan Ketua Matta Negeri Sembilan, Malaysia Mohammad Azri bin Abdul Razak dengan disaksikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal.
"Kerja sama ini dimulai dari Malaysia beberapa waktu lalu. Lalu bisnisnya bisa mengutungkan kedua belah pihak. Saling kerja sama promosi yang lebih baik. Kerja sama ini ada karena kita semua bersaudara," kata Ketua DPD Asita NTB Dewantoro Umbu Joko di Ruang Lumbung I, Hotel Golden Tulip, Mataram, NTB, Minggu (10/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Dewantoro menambahkan awalnya pihak Asita berkunjung ke Malaysia pada tanggal 10 Maret. Di sanalah awal kerja sama mereka yang kemudian dilanjutkan dengan kunjungan balasan dari pihak Matta.
Sementara itu Ketua Matta Negeri Sembilan Mohammad Azri bin Abdul Razak menyampaikan bahwa Malaysia siap membantu NTB untuk promosi wisata halal di negaranya. "Insya Allah kita akan sama-sama memberitahu tentang halal produk. Dari segi halal tidak ada masalah. Kita tengok pun banyak sekali musholla-musholla juga," ucap Azri.
"Dengan adanya musholla dan masjid. Sampai di Gili Trawangan pun ada masjid. Itu bisa menarik wisatawan muslim untuk datang kemari," imbuh Azri.
![]() |
Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal berharap tahun ini sebanyak 1,5 juta wisatawan asing bisa berkunjung ke NTB dengan adanya wisata halal ini. Dari 1,5 juta wisatawan asing tersebut salah satunya berasal dari Malaysia.
"Lombok International Airport mendukung dan berpartisipasi terhadap pariwisata NTB. Salah satu penunjangnya yaitu dibukanya rute penerbangan Kuala Lumpur-Lombok," tutur Faozal. (yds/imk)