"Selama ini informasi yang diterima, 10 WNI yang disandera tidak terindikasi bahwa mereka berada di lokasi sekitar Basilan," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arrmanatha Nasir kepada detikcom, Minggu (10/4/2016).
Arrmanatha juga mengatakan pemerintah Indonesia telah mengetahui adanya bentrok senjata dengan kelompok Abu Sayyaf di Basilan pada Sabtu (9/4) lalu. "Kami mengetahui dari media," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan keterangan dari juru bicara militer Filipina Mayor Filemon Tan bahwa sekitar 120 milisi Abu Sayyaf terlibat kontak senjata dengan pasukan militer Filipina. Kontak senjata terjadi mulai pada pukul 07.00 pagi waktu setempat hingga pukul 17.00. (tfq/ega)










































