"Kalau saya sudah mengikuti yang di lapangan, sudah jelas itu bukan muktamar islah. Ini nggak sah, ilegal, muktamar abal-abal bahkan bisa dikatakan muktamar zombie karena yang sudah mati dibangkitkan kembali. Itu hanya muktamar rekayasa untuk memilih Romi," tukas Wakil Ketua Umum PPP kubu Djan Faridz, Humphrey Djemat saat berbincang dengan detikcom, Minggu (10/4/2016).
Humphrey menuding proses pemilihan secara aklamasi memang sudah disengaja. Dia bahkan menyebut muktamar ini telah membohongi pejabat publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan dia bilang muktamar islah, tanya benar sama orang yang benar-benar objektif. (itu) bukan islah tapi merekayasa supaya Romi terpilih kembali," imbuhnya.
Humphrey kecewa dengan adanya muktamar yang diklaim sebagai muktamar rekayasa ini. Menurutnya Romy melakukan tipu daya dengan menyebut muktamar tersebut sebagai muktamar islah.
"Dia gembar-gemborin semuanya sudah masuk ke hasil muktamarnya Romi. Disiapkan dari Djan Farids itu cuma tiga orang Pak Djan, saya dan Pak Dimyati, semua orang tahu Djan punya stuktur ke bawah ada DPC dan DPW masih lengkap. Ini tipu daya informasi yang disampaikan itu tidak benar kalau diinformasikan seperti itu (islah). Jadi di mana islahnya," tandasnya. (ams/kha)
