Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PDIP, Teras Narang, menjelaskan kedua kader PDIP tersebut masih dibutuhkan di daerahnya. Narang menjelaskan keduanya tidak masuk dalam daftar pertimbangan bakal cagub yang diusung pada pilgub DKI 2017.
Β
"Enggaklah ya, enggak pernah dengar. Mereka sudah punya tugas dari rakyat masing-masing kok, kasihan rakyat. Mereka membutuhkan mereka yang hebat-hebat itu," jelas Narang saat dihubungi detikcom, Sabtu (9/4/2016) malam.
Sejumlah nama kader internal PDIP sudah muncul sebagai kandidat cagub. Di antaranya adalah Wagub DKI dan juga Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat (Wagub DKI), Ketua DPD PDIP DKI nonaktif Boy Sadikin, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada dengan hasil survei CSIS, survei Charta Politika, Rabu (30/3), juga menyebut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) sebagai pesaing potensial Ahok. Risma dinilai memiliki track record baik dan juga dikenal berprestasi.
"Ketika Risma maju dan didukung PDIP bukan tidak mungkin Risma bisa jadi pesaing Ahok. Lebih berpotensi dibandingkan Yusril, karena faktor partai dan track record lebih memihak Risma," kata Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya kepada wartawan usai paparan hasil survei politik di kantor Charta Politika, Jl Cisanggira, Jakarta Selatan, Rabu (30/3/2016).
Narang sendiri belum mau membeberkan siapa calon yang akan diusung oleh partai berlambang banteng itu. Dia hanya memberi kode saat ini sudah ada lima kader yang dipertimbangkan sebagai bakal cagub DKI, salah satunya Djarot Saiful Hidayat.
"Selain mereka (Risma dan Ganjar) Pak Djarot kan hebat. Salah satunya Pak Djarot, ada banyak (cagub yang dilirik). Ada sekitar 5 calon," paparnya tanpa menjelaskan lebih lanjut.
(ams/kha)











































