Wacana Voting di Sidang Paripurna Soal BBM Menguat

Wacana Voting di Sidang Paripurna Soal BBM Menguat

- detikNews
Rabu, 16 Mar 2005 11:30 WIB
Jakarta - Enam fraksi yang menolak kenaikan harga BBM diperkirakan akan all out untuk meminta paripurna DPR membuat keputusan tentang kenaikan harga BBM. Wacana voting di sidang paripurna juga menguat. Sidang paripurna soal BBM ini akan digelar kembali pada pukul 14.00 WIB, Rabu (16/3/2005). Pada Selasa (15/3/2005) malam, sidang paripurna hanya membacakan pandangan 10 fraksi terhadap kenaikan harga BBM. Meski sejumlah interupsi dilakukan beberapa anggota DPR agar pimpinan sidang membuat kesimpulan sidang, namun pimpinan sidang belum meresponsnya. Bahkan, pimpinan sidang tampak sengaja mengulur-ulur waktu agar kesimpulan dan keputusan tidak diambil dalam sidang paripurna itu. Karena itu, fraksi-fraksi penolak kenaikan harga BBM akan meminta dalam paripurna yang dimulai pukul 14.00 WIB, DPR bisa mengambil keputusan terkait kenaikan harga BBM itu. Empat fraksi dari enam fraksi yang menolak kenaikan harga BBM sudah jelas-jelas meminta DPR membuat keputusan atas sidang paripurna itu, menolak atau menerima kenaikan harga BBM. Bahkan, kini bermunculan wacana, bila pimpinan sidang menolak upaya pembuatan keputusan itu, maka voting akan diperlakukan. Hal ini dibenarkan oleh Djoko Susilo dari Fraksi PAN. "Kalau sampai pimpinan sidang tidak membuka peluang untuk mengambil keputusan, maka jalan yang ditempuh tentu voting," kata Djoko. Dia yakin, bila dilakukan voting, maka mayoritas anggota DPR akan setuju bila DPR membuat keputusan, menerima atau menolak harga BBM. Menurut Djoko, bila terjadi voting, maka akan ada dua kali voting. Yang pertama, voting tentang perlu tidaknya DPR membuat keputusan atau kesimpulan. Yang kedua, voting tentang DPR menerima atau menolak kenaikan harga BBM. "Kalau voting, saya yakin mayoritas anggota DPR setuju DPR membuat keputusan dan mayoritas anggota DPR akan menolak kenaikan harga BBM itu. Karena memang, argumen yang disampaikan pemerintah tentang kenaikan harga BBM sangat lemah," jelasnya. Sementara Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo menyatakan, akan melihat perkembangan sidang paripurna nanti. Namun, Tjahjo menilai, kemungkinan voting sangat mungkin terjadi. "Kita akan lihat nanti siang. Sebenarnya, kita ini menggugah hati nurani pimpinan dewan. Ini menyangkut komitmen rakyat. Bila pimpinan sidang tidak mau responsif terhadap keinginan rakyat, ya sangat menyedihkan," kata dia. Baik Djoko maupun Tajhjo, keduanya mengaku fraksi-fraksi yang menolak kenaikan harga BBM akan melakukan konsolidasi. "Ini untuk kepentingan rakyat, jelas kita akan melakukan konsolidasi. Kita harus fight," ujar Djoko. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads