"Pak Yasonna katakan ini Muktamar islah yang berkeadilan, tapi tidak ada keadilan. Ini Muktamar abal-abal!" kata Epyardi di ruang Muktamar, Asrama Haji, Jaktim, Rabu (9/4/2016).
Pangkal masalahnya adalah dalam tata tertib disiapkan pemilihan ketua umum secara musyarah mufakat atau aklamasi, bukan voting. Lalu pimpinan sidang mempersilakan kepada forum untuk memilih voting atau aklamasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Muktamar yang benar one man one vote. Harusnya anda Romahurmuziy gentle man, kok takut hadapi saya? Saya siap kalah, tapi kalau dikalahkan dengan cara seperti ini saya akan lawan!" teriaknya dengan nada tinggi.
"Ingat kami tidak akan diam, kami akan lawan apa yang terjadi di Muktamar! Ini Muktamar abal-abal!," tegasnya sambil mengangkat telunjuk.
Beberapa pengurus DPC tampak bersama Epyardi yang menyatakan protes atas sikap pimpinan sidang yang terkesan menyiapkan opsi aklamasi.Β Memang tidak ada opsi voting dalam tata tertib yang disiapkan.
Sementara itu, di dalam forum Muktamar yang mulai terbuka bagi wartawan, pimpinan sidang mempersilakan ketua DPW untuk menyatakan pendapat. Sejauh ini tidak ada yang menolak aklamasi. Semua bertepuk tangan. (miq/fdn)











































