Event ini dibuka langsung Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli di halaman depan gedung seni budaya Banyuwangi. Rizal mengatakan kreativitas yang dimiliki Banyuwangi layak untuk dicontoh oleh seluruh daerah di pelosok negeri.
Dia menyebut Banyuwangi selama 5 tahun terakhir tak pernah berhenti berbenah. Semangat dari sang kepala daerah mampu mentransformasi ide inovasi dan melaksanakannya bersama seluruh instansi pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Putri Akmal/detikcom |
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menambahkan, BAW digelar sebagai salah satu upaya untuk mengenalkan beragam produk kerajinan khas Banyuwangi dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM).
Seiring dengan perkembangan pariwisata Banyuwangi, Pemkab terus mendorong seni sebagai bagian dari industri kreatif yang mampu menghasilkan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat.
"Ajang ini sebagai upaya kami mengangkat dan mengenalkan produk-produk UMKM kami ke khalayak luas. Selain promosi kerajinan mereka, kami harapkan juga sebagai ajang bagi UMKM untuk bisa saling bertukar info dan wawasan bagaimanana memasarkan produk dan meningkatkan kualitasnya," ujar Anas.
Event yang diadakan untuk keempat kalinya ini digelar 9-13 April 2016 memamerkan produk-produk kerajinan khas Banyuwangi. Tahun ini BAW mengangkat tema besar berupa kelapa. Kelapa dipilih sebab Banyuwangi sebagai salah satu penghasil kelapa terbesar di Jawa Timur.
Beragam kerajinan dan olahan kelapa memenuhi pameran di sini. Mulai dari meja, kursi, lampu hias, pigura, miniatur kendaraan, ukiran, kalung, piring, gelas, vas, spatula, sendok hingga aneka gantungan kunci yang lucu.
Selain bahan kelapa, juga bisa ditemukan produk khas Banyuwangi seperti batik Banyuwangi, aksesoris, serta gimmick lain khas Banyuwangi. Event ini juga dilengkapi panggung apresiasi seni dan budaya untuk atraksi beragam seni dan budaya selama berlangsungnya pameran. Atraksi ini akan dilakukan pada malam hari.
Foto: Putri Akmal/detikcom |
Dalam atraksi nanti penonton disuguhi tampilan fashion on the street, dimana fashion ini akan menampilkan fashion show dengan beragama tema mulai dari Kebaya Manten Tradisional Modifikasi Banyuwangi hingga fashion berbahan dasar batik Banyuwangi.
Saat ini UMKM termasuk penopang gerak ekonomi Banyuwangi. Jumlah sektor UMKM di Banyuwangi mencapai sekitar 296.000 unit dengan penyerapan tenaga kerja 501.379 orang. Jumlah itu meningkat jika dibanding tahun 2011 yang hanya 131 ribu UMKM.
(fdn/fdn)











































Foto: Putri Akmal/detikcom
Foto: Putri Akmal/detikcom