Menteri LHK Tinjau dan Resmikan Pabrik Pemanfaatan Tailing PT Antam

Menteri LHK Tinjau dan Resmikan Pabrik Pemanfaatan Tailing PT Antam

Kartika Sari Tarigan - detikNews
Sabtu, 09 Apr 2016 14:13 WIB
Menteri LHK Tinjau dan Resmikan Pabrik Pemanfaatan Tailing PT Antam
Foto: Kartika Sari Tarigan
Kabupaten Bogor - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengunjungi PT Aneka Tambang (Antam) di Gunung Pongkor, Bogor, Jawa Barat. Kedatangan Siti untuk meninjau langsung mulut tambang L.500 Ciurug dan meresmikan pabrik pemanfaatan tailing di PT Antam.

Selain itu, Menteri Siti juga diagendakan menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Kementerian LHK dengan PT Antam. Juga hadir dalam kunjungan ini ketua Badan Standarisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya. Β 

Tailing merupakan material sisa setelah proses pemisahan mineral emas dan perak dari bijih (ore) di tambang emas. Pabrik ini nantinya akan menjadi yang pertama dan dikembangkan langsung oleh PT Antam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang saya sudah ke mana-mana ke beberapa taman nasional dan taman hutan kota. Itu memang ada beberapa kebutuhan untuk emplasment, yang khusus kalau di taman-taman nasional kalau bisa jangan aspal," kata Siti dalam sambutannya di PT Antam, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/4/2016).

Kunjungan menteri ini juga dihadiri perwakilan dari pemkab Bogor. Direksi dan pimpinan PT Antam dan kapolres Bogor,

"Limbah dari konteks lingkungan yang penilaian negatif, ketika limbah menjadi sumber daya adalah suatu prestasi. Nanti kami akan lihat untuk langkah-langkah dan tindak lanjut kepada areal yang lain atau unit strategic bisnis yang lain," urai Siti.
Β 
"Di tempat lain masih ada 328 akses terbuka (pertambangan) yang seperti di pongkor, yang berhasil diberesin Pak Kapolres itu, di 132 kabupaten dan kota," imbuh dia.

Siti mengaku sudah mengadakan diskusi dengan jajarannya dan menemukan ada potensi di tambang PT Antam ini. Namun dia tetap menekankan bahwa ada standar yang perlu dipenuhi, terutama dalam pengolahan limbah.

"Makanya ada tanda tangan bersama BSP, itu untuk menjamin bahwa tailing itu bisa menjadi sesuatu yang tidak berbahaya, menjadi satu sumber daya yang kita butuhkan. SNI nya sudah memenuhi," ungkap Siti.

Hal ini juga dibenarkan direktur utama PT Antam yang menyebut sudah melakukan penelitian terhadap pengolahan limbah ini. Ke depan, melalui pabrik yang mereka kembangkan ini, PT Antam berharap terus memberikan kontribusi bagi lingkungan.

"Kami beri nama Green Fine Aggregate (GFA), sudah jadi ini baru pabrik kecil kan, untuk produksinya kita masih kapasitas kecil, 50 ribu peaces per hari. tapi kita lihat saja nanti,"

Usai memberikan paparan, Siti Nurbaya ditemani Direktur Utama PT Antam beserta rombongan meninjau langsung lokasi tambang. Mereka menaiki main car menelusuri 'goa' sepanjang 5 KM yang merupakan tambang bawah tanah PT Antam.

(tor/tor)


Berita Terkait