Laporkan Presiden Takut Hantu, Dua Jurnalis Dipenjara
Rabu, 16 Mar 2005 10:00 WIB
Jakarta - Gara-gara menulis soal hantu, dua jurnalis Malawi, negara di Afrika timur, ditangkap. Keduanya ditahan setelah menulis bahwa Presiden mereka meninggalkan pindah dari Istananya karena berhantu.Kedua jurnalis itu, yang bekerja di BBC dan Reuters, ditangkap bersama asisten pribadi Wapres Malawi. Ketiganya hingga kini dipenjara. Kedua jurnalis itu dikenai tuduhan bahwa laporanya tentang Presiden takut hantu bisa menyebabkan ketakutan dan rasa tidak tenang di tengah masyarakat. Demikian dilansir ABC NEws Online, Rabu (16/4/2005).Tapi, benarkah Presiden Bingu wa Mutharika takut hantu? Tentu saja Bingu menyangkal laporan kedua jurnalis yang menyatakan dia meninggalkan Istananya karena tempat itu angker.Bingu menegaskan dia tidak takut pada hantu dan malah menuduh rivalnya berada di balik kisah itu. Penasihat agama Presiden juga menolak memberitahu para jurnalis tentang penggunaan pendeta untuk membersihkan Istana dari kekuatan jahat.NukilanIngin tahu berita yang membuat dua jurnalis itu dipenjara? Berikut nukilan dari situs BBC Indonesia tanggal 14 Maret lalu:Hantu di istana Presiden Malawi?Para pejabat di Malawi mengatakan Presiden Bingu wa Mutharika tidak mau tidur di istananya yang bernilai satu juta dollar di ibukota, Lilongwe.Alasannya adalah istana mahal itu ternyata, kata Presiden Bingu, ada hantunya.Dan seorang Penasehat Presiden urusan Agama Kristen mengatakan Presiden telah meminta para pemimpin agama untuk berdoa guna mengusir roh-roh jahat dari istana yang memiliki 300 kamar tersebut.Pemimpin Malawi itu dilaporkan mengeluh tidak bisa tidur karena suara-suara dan langkah kaki yang tidak bisa dijelaskan.Tahun lalu Presiden Malawi dikecam berbagai pihak, ketika memerintahkan parlemen untuk keluar dari gedung itu dan mencari gedung alternatif.
(nrl/)











































