Dishub DKI: Evaluasi Penghapusan 3 in 1 Sebabkan Volume Kendaraan Bertambah

Dishub DKI: Evaluasi Penghapusan 3 in 1 Sebabkan Volume Kendaraan Bertambah

Rini Friastuti - detikNews
Jumat, 08 Apr 2016 18:17 WIB
Dishub DKI: Evaluasi Penghapusan 3 in 1 Sebabkan Volume Kendaraan Bertambah
Lalu lintas di jl gatot subroto (Foto: Nathania Riris Michico/detikcom)
Jakarta - Dinas perhubungan DKI melakukan rapat evaluasi terkait uji coba penghapusan 3 in 1 yang dilakukan sejak beberapa hari lalu. Dari hasil evaluasi, Dishub DKI mengatakan bahwa penghapusan 3 in 1 menyebabkan terjadi penambahan volume kendaraan.

"Pertama setelah dilakukan uji coba penetapan penghapusan 3 in 1, di ruas yang diterapkan 3 in 1 ada penambahan kendaraan sehingga kemacetan bertambah," ujar Kadishub DKI Andri Yanto kepada wartawan di Kantor Dishubtrans DKI, Jl Taman Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (8/4/2016).

Walaupun mengalami peningkatan, bukan berarti di sejumlah ruas terjadi penambahan volume kendaraan di seluruh jalan. Ada beberapa kawasan yang padat, namun ada juga yang ruasnya menjadi lancar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Intinya secara keseluruhan terjadi peningkatan sebesar 24,35 persen kalau dipukul rata. Tapi enggak bisa juga (dipukul rata) karena ada jalur yang kosong dan padat," jelas Andri.

Dia mencontohkan di beberapa kawasan seperti Jalan Gatot Subroto - Komdak - Pancoran, terjadi kenaikan volume kendaraan sebanyak 9,65 persen. Namun kawasan Sudirman - Senayan di jalur cepat turun menjadi 0,31 persen. Sementara kawasan Sudirman - Senayan di jalur lambat naik menjadi 10,5 persen.

"Untuk kawasan Sudirman - Senayan di Blok M - Semanggi jalur cepat turun menjadi 18,4 persen, sementara di jalur lambatnya naik menjadi 29,06 persen," kata dia.

Dia menganggap kenaikan dan penurunan tersebut adalah bentuk euforia masyarakat yang ingin mencoba jalur yang dulunya tak dapat mereka lalui.

"Ini merupakan euforia masyarakat, yang tadinya tidak boleh, sekarang boleh. Sehingga menumpuklah di tengah," kata Andri.

Kadishub DKI


Ini hasil lengkap presentase kenaikan dan pengurangan volume kendaraan dalam uji coba penghapusan 3 in 1:

1. Jl Gatot Suroto (Komdak-Pancoran) dari utara ke selatan mengalami kenaikan 9,60 persen.

2. Jl Gatot Subroto (Pancoran-Komdak) dari selatan ke utara mengalami kenaikan 39,47 persen.

3. Jl Sudirman-Senayan (Semanggi-Blok M Jalur Cepat) dari timur ke barat mengalami penurunan 0,31 persen

4. Jl Sudirman-Senayan (Semanggi-Blok M Jalur Lambat) dari timur ke barat mengalami kenaikan sebesar 10,05 persen

5. Jl Sudirman-Senayan (Blok M-Semanggi jalur cepat) dari barat ke timur mengalami penurunan sebesar 15,84 persen.

6. Jl Sudirman-Senayan (Blok M-Semanggi Jalur Lambat) dari barat ke timur mengalami kenaikan sebesar 29,06 persen.

7. Jl Sudirman-Dukuh Atas (HI-Semanggi Jalur Cepat) dari utara ke selatan mengalami kenaikan sebesar 27,65 persen.

8. Jl Sudirman-Dukuh Atas (HI-Semanggi Jalur lambat) dari utara ke selatan mengalami penurunan sebesar 5,25 persen.

9. Jl Sudirman-Dukuh Atas (Semanggi-HI Jalur Cepat) dari selatan ke utara mengalami kenaikan sebesar 17,99 persen.

10. Jl Sudirman-Dukuh Atas (Semanggi-HI Jalur Lambat) dari selatan ke utara mengalami kenaikan sebesar 15,28 persen.

11. Jl Sudirman-Jembatan Dukuh Atas (HI-Semanggi) dari utara ke selatan mengalami kenaikan sebesar 1,92 persen.

12. Jl Sudirman-Jembatan Dukuh Atas (Semanggi-HI) dari selatan ke utara mengalami kenaikan sebesar 10,17 persen.

13. Jl MH Thamrin-Sarinah (Monas-HI) dari utara ke selatan mengalami kenaikan sebesar 65,15 persen

14. Jl MH Thamrin-Sarinah (HI-Monas) dari selatan ke utara mengalami kenaikan sebesar 135,98 persen

(rni/rvk)


Berita Terkait