"Reshuffle itu hak dari bapak Presiden. Kalau diperlukan bangsa negara kami semua di sini siap," kata Zulkifli Hasan kepada wartawan di sela-sela Rapimnas BM PAN di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Jumat (8/4/2016).
Lantas benarkah PAN bakal dapat dua orang menteri?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zulkifli mengaku sering diundang dan bertemu dengan Presiden Jokowi. Namun dia membantah ada pembicaraan soal reshuffle.
"Diundang mah sering. Kemarin juga diundang tapi pelantikan MK. Kemarinnya diundang pelantikan Kepala BNPT, tapi bukan urusan reshuffle," katanya.
Ketua MPR RI ini lantas menuturkan partainya tak memaksa Jokowi memberi jatah menteri.Β "Terserah bapak Presiden, kita sudah enam bulan santai santai aja. Politik itu kan tujuannya berkuasa, jadi bupati jadi wali kota dll, tapi itu sasaran antara yang sasaran sesungguhnya memperjuangkan hak-hak rakyat. Makanya selalu saya katakan jangan disorientasi, jangan lupa nanti main proyek nanti kena KPK nah celaka. Pokoknya kalau negara menbutuhkan kita semua siap," pungkasnya.
(van/van)











































