Jokowi: Kepala Daerah yang Baru Dilantik Jangan Mesra di Awal Saja

Jokowi: Kepala Daerah yang Baru Dilantik Jangan Mesra di Awal Saja

Ray Jordan - detikNews
Jumat, 08 Apr 2016 14:48 WIB
Jokowi: Kepala Daerah yang Baru Dilantik Jangan Mesra di Awal Saja
Presiden Jokowi memberikan pengarahan kepada kepala daerah di Istana Negara, Jumat (8/4/2016). Foto: M Iqbal/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo hari ini mengumpulkan ratusan kepala daerah. Jokowi menegaskan kepala daerah harus memberikan kerja nyata untuk rakyat.

Para kepala daerah diminta menjadi tim yang solid. Termasuk menjaga hubungan baik antara pemerintah daerah dengan pusat.

"Saya berharap kita semuanya, baik yang sudah dilantik ataupun yang belum dilantik, menjadi sebuah tim yang solid bagi negara kita," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (8/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada 471 kepala daerah yang hadir, 185 di antaranya adalah bupati dan wakil bupati, 30 wali kota/wakil wali kota dan 7 orang gubernur. Sebagian besar merupakan para kepala daerah yang terpilih dalam pilkada serentak lalu.

Jokowi berharap, para kepala daerah yang baru terpilih tersebut bisa menjadi pemimpin yang kompak dan saling melengkapi. Sebab menurut Jokowi, banyak pasangan kepala daerah yang terlihat kompak di awal, namun belakangan malah terpecah.

"Saya titip antara gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota, menjadi dwi tunggal yang saling melengkapi, yang saling mengisi, yang saling memperkuat, bukan berantam," kata Jokowi.

"Yang banyak di awal-awal mesra, biasa. Awal-awal mesra, bergandeng-gandengan, nanti sudah di pertengahan baru berantem. Tapi jangan, saya titip jangan. Bapak ibu semua diharap, ditunggu oleh rakyat, ditunggu oleh masyarakat kita. Berantem itu, bertarung itu ya lima tahun sekali, setelah itu jadi satu lagi, bekerja. Jangan bertarung saja kerjanya. Sudah," imbuh dia.

Selain itu, Jokowi juga mengingatkan agar para kepala daerah yang baru terpilih merangkul para lawan politiknya saat pilkada kemarin. Tujuan untuk membangun daerah.

"Yang dulu menjadi lawan politik di pilkada dirangkul, jangan sampai misalnya ada kelompopk guru atau kelompok kepala sekolah tidak dukung kemudian dipindah ke daerah pelosok, terpencil. Ada yang seperti itu, dipikir saya enggak dengar? Saya tahu semuanya. Karena ada intelijen, ada semuanya, di daerah mana saja hafal, ngerti, termasuk uang disimpan saya tahu. Hanya saja ada yang saya rem, ada yang saya panggil, saya tegur. Kalau sudah keterlaluan pasti. Tapi ingat, sebagai pimpinan daerah kita ini dinanti oleh rakyat, ditunggu oleh rakyat kerja nyatanya," papar Jokowi. (jor/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads