Groundbreaking Flyover Semanggi, Ahok Tak Hadiri Pengarahan Kepala Daerah di Istana

Groundbreaking Flyover Semanggi, Ahok Tak Hadiri Pengarahan Kepala Daerah di Istana

Muhammad Iqbal - detikNews
Jumat, 08 Apr 2016 13:34 WIB
Groundbreaking Flyover Semanggi, Ahok Tak Hadiri Pengarahan Kepala Daerah di Istana
Presiden Jokowi memberikan pengarahan kepada kepala daerah di Istana Negara, Jumat (8/4/2016)/Foto: M Iqbal-detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo mengundang seluruh kepala daerah dalam rapat kerja di Istana Negara. Dalam acara itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak hadir.

Acara dimulai sejak sekitar pukul 09.05 WIB di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Jumat (8/4/2016). Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla hadir memimpin acara.

Hadir juga Mendagri Tjahjo Kumolo, Seskab Pramono Anung, Mensesneg Pratikno, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Menteri Bappenas Sofyan Djalil, Menteri PU PERA Basuki Hadimuljono dan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acara dimulai dengan paparan Mendagri Tjahjo Kumolo, kemudian dilanjutkan pengarahan singkat dari Jusuf Kalla dan acara inti paparan dari Presiden Joko Widodo yang berlangsung sekitar 40 menit.

(Baca juga: Arahan JK ke Kepala Daerah: Jangan Sampai Anda Masuk KPK!)

Namun, hingga acara selesai sekitar pukul 10.30 WIB, tak tampak Gubernur DKI Ahok, hanya wakil saja yang hadir di Istana yaitu Djarot Saiful Hidayat. Meski judul acara ini adalah kepala daerah hasil Pilkada, tapi untuk gubernur sebetulnya semua diundang.

Di antara tampak Rano Karno (Banten), Ahmad Heryawan (Jawa Barat), Ganjar Pranowo (Jawa Tengah), Soekarwo (Jawa Timur), Alex Noerdin (Sumsel), Syahril Yasin Limpo (Sulsel), Sultan Hamengkubuwono (Yogya), Zumi Zola (Jambi), Olly Dondokambey (Sulut), dan lainnya. Β 

Ahok pada saat yang hampir bersamaan menghadiri groundbreaking pembangunan fly over bundaran Semanggi, Jakarta.

(Baca juga: Naik Ekskavator, Ahok Resmikan Pembangunan Flyover Bundaran Semanggi)

Sebelumnya, Presiden Jokowi banyak memberi arahan kepada kepala daerah terutama tentang efisiensi dan efektifitas anggaran, percepatan pembangunan, deregulasi, pemangkasan izin, hingga soal ringan tentang bersikap sederhana.

(Baca juga: Jokowi: Jangan Mentang-mentang Kepala Daerah Baru, Mobil Dinasnya Harus Baru)

(miq/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads