Disebut Dapat Jatah Menteri, PAN: Kami Tak Mau Jumawa

Disebut Dapat Jatah Menteri, PAN: Kami Tak Mau Jumawa

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 07 Apr 2016 19:48 WIB
Disebut Dapat Jatah Menteri, PAN: Kami Tak Mau Jumawa
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - PAN disebut-sebut akan mendapat jatah menteri di tengah menyeruaknya isu reshuffle. Meski begitu, partai pimpinan Zulkifli Hasan ini mengaku tidak ingin kegeeran dan menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Joko Widodo.

"Siapapun berpendapat, kita hormati. PAN tidak akan jumawa. Sampai saat ini sudah hampir satu tahun PAN bergabung, kita santai-santai saja," ungkap Ketua DPP Yandri Susanto.

Hal tersebut disampaikannya di Kantor Fraksi PAN di Gedung DPR, Kompleks Senayan, Jakarta, usai menjelaskan persiapan Rapimnas Barisan Muda PAN, Kamis (7/4/2016). Yandri pun menyebut, tak pernah ada kontrak politik antara PAN dengan pemerintah saat menyatakan bergabung akhir tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"PAN dari reshuffle pertama ganti 3 menko, PAN tidak pernah mendesak, tidak pernah meminta menteri dan tidak pernah ngoyo, tidak pernah sodorkan nama supaya menjadi menteri, tidak pernah minta menteri ini atau itu digeser," jelasnya.

"PAN bergabung dengan pemerintah komitmennya hanya untuk kepentingan bangsa dan negara. Nggak ada satu pun klausul seperti itu," lanjut Yandri.

Meski begitu, jika memang nantinya PAN diajak masuk dalam Kabinet Kerja, Yandri menyebut pihaknya akan menyiapkan kader terbaik. Namun jika tidak, PAN dengan sukarela menerimanya.

"Reshuffle kabinet domainnya bapak Presiden. Kami sebagai parpol, kami hormati hak prerogatif Presiden itu. Kita hormati saja, kalau misalnya nanti ada reshuffle dan diajak atau tidak diajak, bagi kami posisi sama," tutur Yandri.

"Kalau diajak, kami siapkan kader kami, tidak diajak tidak apa-apa, karena tidak ada satu kausul pun kalau kami bergabung itu mendapat jatah menteri. Kalau diajak, sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap publik, kepada konstituen, kepada bangsa dan negara ini," tambah Sekretaris Fraksi PAN itu.

Yandri pun percaya bahwa ada banyak kader-kader PAN yang mumpuni jika mendapat amanah menjadi seorang menteri. Hanya saja Yandri mengaku tidak mengetahui apakah sudah ada komunikasi antara Presiden Jokowi dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan terkait perihal itu.

Salah satu kadder PAN yang disebut berpotensi masuk ke kabinet adalah Ketua MPP PAN Soetrisno Bachir yang baru saja dilantik sebagai Ketua KEIN oleh Jokowi. Namun Soetrisno sebelumnya disebut oleh Zulkifli tidak mau jika diminta mengisi jabatan menteri.

"Pak Tris (Soetrisno) nggak mau jadi menteri," tukas Zulkifli, Kamis (7/4).

(elz/Hbb)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads