Perempuan yang tutup usia pada umur 63 tahun tersebut pernah meraih penghargaan Pikiran Rakyat Award 2016 kategori Pengajen Bumi Satya atas kecintaannya kepada lingkungan. Penghargaan Pengajen Bumi satya diterima Utje karena kiprahnya dalam menggagas program Pengantin Peduli Lingkungan (Pepeling), Siswa Peduli Lingkungan (Seruling) dan Apel (Aparatur Peduli Lingkungan). Utje juga mencanangkan Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi.
Sesuai namanya, program Pepeling dianjurkan kepada para pengantin yang menikah di Kabupaten Kuningan untuk menyediakan bibit pohon sebanyak 5 hingga 10 batang sebagai penyerta mahar. Nantinya pohon tersebut ditanam di lahan kritis yang berlokasi di kawasan tempat tinggal pengantin, atau di lahan pribadi milik pengantin. Sebagai penanda, para pengantin dapat melabeli pohon dengan nama mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Utje yang lahir di Bogor, 17 April 1952 ini merupakan lulusan S1 STIA Bagasasi Bandung pada tahun 2008. Dia merupakan istri Bupati Kuningan sebelumnya, Aang Hamid Suganda, yang telah menjabat selama 2 periode. Aang menjabat periode 2003-2008 dan periode kedua tahun 2008-2013. Ia merupakan bupati pertama Kuningan yang dipilih secara langsung. Pemerintahan Aang mendapat banyak apresiasi dari masyarakat karena peningkatan pembangunan di Kabupaten Kuningan cukup terasa. Karena itulah ketika Utje meneruskan kepemimpinan Aang, konstituen pun menaruh simpati. Utje yang berpasangan dengan Acep Purnama didukung oleh PDIP, PAN, PPP, PBB, PKP, PDK, dan PKPB.
Utje dilantik sebagai bupati pada 2013. Masa baktinya berakhir 2018. Namun Allah SWT memanggilnya ketika dia baru menjalankan tugas setengah periode. Utje meninggalkan seorang suami dan 5 orang anak. (kff/nrl)











































