"Rapat pleno hari ini memutuskan untuk Munas tanggal 7 Mei di Bali, dengan demikian ada kepastian penyelenggaraan Munas. Maka saya memutuskan untuk maju sebagai calon ketua umum," kata Priyo kepada wartawan, Kamis (7/4/2016).
Priyo mengapresiasi semangat Aburizal Bakrie dan Ketua SC Munas Nurdin Halid menyelenggarakan munas yang demokratis. Termasuk gagasan untuk menguji kualitas caketum Golkar lewat debat kandidat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah kemajuan besar dan saya bangga menyaksikan ini semua dan kelak tradisi ini mudah-mudahan menjadi percontohan. Semoga ini semua berjalan dengan baik. Nanti pasti akan memunculkan calon yang berkualitas, punya karakter, dan mempunyai reputasi yang terjaga baik," imbuhnya.
Priyo berharap Munas di Bali nanti benar-benar jadi ajang rekonsiliasi. Sehingga Golkar setelah ini mampu bangkit menatap Pemilu 2019.
"Dapat melaksanakan Munas yang demokratis, rekonsiliatif, berkeadilan, dan bersih. Saya terpanggil untuk membangkitkan kembali kebesaran Partai Golkar dan menyatukan serta membesarkan kembali Partai Golkar untuk kebangkitan bangsa dan negara," pungkasnya. (van/tor)










































