Sindiran untuk Ahok dan Pujian ke Yusril di Acara PDIP

Sindiran untuk Ahok dan Pujian ke Yusril di Acara PDIP

Hardani Triyoga - detikNews
Kamis, 07 Apr 2016 17:55 WIB
Sindiran untuk Ahok dan Pujian ke Yusril di Acara PDIP
Foto: Hardani Triyoga
Jakarta - PDI Perjuangan mengundang bakal calon Gubernur DKI Yusril Ihza Mahendra di acara pelatihan manajer kampanye untuk kader. Di acara tersebut PDIP tak sungkan memberikan pujian kepada pakar hukum tata negara itu.

Pujian ini dikatakan Wakil Sekjen Ahmad Basarah di penghujung acara setelah Yusril selesai memberikan materi dalam pelatihan.

"Ada beberapa catatan dari saya, pertama kalau kita bayangkan Ketua Umum Partai Bulan Bintang dikabarkan sebagai tokoh yang memakai sorban. Tapi, seorang Ketua Umum Partai Bulan Bintang ini tampil baju dengan ala barat," kata Basarah di kantor DPP, Jl Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (7/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Basarah, penampilan Yusril tak seperti berasal dari Belitung Timur. Penampilan serta gaya bicaranya sopan.

Kemudian, ia pun melontarkan kalimat yang menyentil bakal calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Saya sering membayangkan itu. Bahwa beliau itu tidak diketahui orang Belitung Timur. Sama seperti kawan yang dari Belitung Timur satunya lagi. Tapi yang ini (Yusril) penampilannya sopan santun, gaya bicaranya. Diibaratkan bumi dan langit," tutur Anggota DPR itu.

Basarah pun coba membandingkan Yusril dengan Ahok yang sama-sama berasal dari Belitung Timur.

"Sebenarnya produk yang yang Belitung Timur ini yang mana? Tolong dijelaskan," tuturnya yang disambut tepuk tangan puluhan kader PDIP.

Sebelumnya, dalam pemberian materi, Yusril menceritakan realitas partai politik Islam di Indonesia. Sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang, dia berpendapat perkembangan parpol Islam di dalam negeri yang kurang menyenangkan.

Dia mengatakan pernah janjian untuk diwawancara wartawan dari luar negeri terkait posisinya sebagai Ketua Umum PBB. Tapi, saat menemui dia, wartawan tersebut terkejut dan tak percaya kalau Yusril adalah Ketua Umum PBB.

"Pada waktu itu datang wartawan asing untuk mewancarai saya. Dia katanya ingin ketemu dan wawancara Yusril. Saya bilang saya Yusril. Dia seperti tak percaya karena dianggap saya itu harus pakai sorban. Sementara, saya waktu itu pakai kaos oblong," tutur Yusril.

(hty/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads