Membela Siyono Bukan Berarti Membela Terorisme

Membela Siyono Bukan Berarti Membela Terorisme

Fajar Pratama - detikNews
Kamis, 07 Apr 2016 15:53 WIB
Membela Siyono Bukan Berarti Membela Terorisme
Foto: Dahnil Anzah/Pemuda Muhammadiyah saat pembongkaran makam Siyono
Jakarta - Muhammadiyah bereaksi atas sejumlah tudingan yang muncul terkait sikap mengadvokasi keluarga almarhum Siyono. Muhammadiyah menegaskan, membela hak asasi keluarga Siyono yaitu Suratmi dan anak-anaknya bukan berarti membela terorisme.

"Ada jutaan umat beragama yang ikut mendukung usaha mencari keadilan bagi Suratmi istri Almarhum Siyono, yang kemudian dituduh teroris," jelas Ketum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar, Kamis (7/4/2016).

Dahnil mengungkapkan ini terkait pernyataan Humas Polri yang dinilai menyudutkan perihal advokasi Muhammadiyah terhadap Siyono, yang ditangkap terkait terorisme dan kemudian meninggal dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada upaya mendelegitimasi para pihak yang berusaha mengungkap fakta sesungguhnya," tambah dia.

"Padahal sikap Kapolri justru sangat arif membuka dan mempersilakan mengungkap fakta yang sesungguhnya melalui autopsi," ungkapnya.

Dahnil menyampaikan, tentu Polri harus memandang dengan adil upaya mencari keadilan mereka yang teraniaya. Tidak lantas menggiring opini menyudutkan.

"Itu yang membuat publik tidak simpati dengan kepolisian, karena telah menebar teror kepada mereka-mereka yang berusaha mencari keadilan dengan membuka fakta dengan maksud memperbaiki institusi kepolisian itu sendiri," tegas Dahnil.

Siyono bukanlah anggota Muhammadiyah. Muhammadiyah mengadvokasi dengan alasan kemanusiaan setelah Suratmi datang meminta bantuan. (dra/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads