Elite PDIP ke PKB: Kita Tak Ikut Campur Soal Reshuffle Kabinet

Elite PDIP ke PKB: Kita Tak Ikut Campur Soal Reshuffle Kabinet

Hardani Triyoga - detikNews
Kamis, 07 Apr 2016 14:25 WIB
Elite PDIP ke PKB: Kita Tak Ikut Campur Soal Reshuffle Kabinet
Foto: Hardani Triyoga
Jakarta - Jelang reshuffle kabinet jilid dua, kursi Menteri Desa PDT menjadi 'panas'. Sebagai partai yang punya posisi menteri, PKB menyebut ada pihak yang ingin merebut kursi Marwan Jafar.

Wakil Sekjen DPP PDIP Ahmad Basarah mengatakan tak ada pernyataan kader PDIP yang meminta menteri dari PKB termasuk Mendes PDT untuk diganti.

"Ada enggak DPP PDIP Perjuangan yang membuat pernyataan soal menteri-menteri dari PKB? Harusnya patokan teman-teman PKB untuk menilai bagaimana sikap PDIP itu harus dari unsur DPP PDIP. Supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman di antara hubungan PDIP dengan PKB," ujar Basarah di sela pelatihan manajer kampanye kader PDIP di kantor DPP, Lentang Agung, Jakarta, Kamis (7/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan bila ada kader PDIP yang membicarakan persoalan tersebut maka hal tersebut merupakan representasi pribadi bukan partai.

"Oleh karena itu kalau ada pernyataan anggota PDIP yang dianggap merugikan kepentingan PKB, itu bukan pernyataan representasi resmi PDIP. Itu pernyataan perorangan," tuturnya.

Terkait pernyataan PKB sebagai kursi yang paling diincar karena anggarannya besar, Basarah menanggapi santai. Menurutnya, reshuffle merupakan hak prerogatif presiden.

"Kita enggak ikut campur urusan kabinet. Saya merespon hubungan PDIP dan PKB. Kita ingatkan teman-teman PKB, dari jajaran DPP PDIP tak ada yang membuat pernyataan yang mungkin dirasakan dapat merugikan kepentingan PKB. Kalau soal kabinet, kita enggak ikut campur," katanya.

Sebelumnya, Ketua DPP PKB Jazilul mengatakan pihaknya siap melawan manuver-manuver pihak tertentu yang ingin merebut kursi Mendes PDDT. Salah satu perlawanannya dengan melawan penggilingan berita.

"PKB siap melawan manuver pihak-pihak tertentu. PKB akan melawan segala bentuk penggilingan berita dan melawan ambisi orang-orang tertentu yang ingin merebut Kemendes," kata Jazilul dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/4/2016).

(hat/van)


Berita Terkait