Hari ke-3 Uji Coba Penghapusan 3 in 1, Ruas Jl Gatot Subroto Pagi ini Lancar

Hari ke-3 Uji Coba Penghapusan 3 in 1, Ruas Jl Gatot Subroto Pagi ini Lancar

Nathania Riris Michico - detikNews
Kamis, 07 Apr 2016 09:37 WIB
Hari ke-3 Uji Coba Penghapusan 3 in 1, Ruas Jl Gatot Subroto Pagi ini Lancar
Foto: Chico/detikcom
Jakarta - Meski sejumlah ruas terkena imbas macet dari diberlakukannya uji coba penghapusan 3 in 1, namun kondisi jalanan di Gatot Subroto terpantau cukup lengang di kedua arah. Mobil dan motor melintas dengan lancar.

Pantauan di Jalan Gatot Subroto pukul 09.20 WIB, Kamis (7/4/2016) dari arah Grogol menuju Pancoran terpantau lancar. Begitu juga arah sebaliknya dari Pancoran menuju kawasan Semanggi juga lancar.

Kondisi jalanan Semanggi ramai lancar (Chico/detikcom)


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal yang sama terlihat pula di Tol Dalam Kota (Dalkot) kedua arah. Tidak ada perang klakson antar mobil seperti yang terlihat pada uji coba penghapusan 3 in 1 hari kedua pada Rabu (6/4) lalu.

Kondisi jalan dari arah Bundaran HI menuju Patung Pemuda Senayan atau Bundaran Senayan juga terlihat ramai lancar. Kondisi yang sama juga terlihat dari Grogol menuju Bundaran HI.

Kondisi jalanan Semanggi ramai lancar (Chico/detikcom)


Untuk terus memantau kondisi jalan, aparat kepolisian berjaga-jaga di depan Mapolda Metro Jaya. Di sejumlah titik juga ada aparat kepolisian berjaga-jaga.

Uji coba penghapusan 3 in 1 dilakukan pada tanggal 5-8 April dan 11-13 April. Uji coba ini berlaku di jalan protokol yang sebelumnya diterapkan kebijakan 3 in 1, yakni:

1. Jl. Sisingamangaraja, jalur cepat dan jalur lambat.
2. Jl. Jenderal Sudirman, jalur cepat dan jalur lambat.
3. Jl. MH. Thamrin, jalur cepat dan jalur lambat.
4. Jl. Medan Merdeka Barat.
5. Sebagian Jl. Jenderal Gatot Subroto antara persimpangan Jl. Jenderal Gatot Subroto - Jl. Gerbang Pemuda (Balai Sidang Senayan) sampai dengan persimpangan Jl. HR. Rasuna Said - Jl. Jenderal Gatot Subroto pada jalan umum bukan tol.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebelumnya mengatakan Pemprov ikut mengevaluasi uji coba penghapusan 3 in 1. Ahok menyebut aturan pemberlakuan pelat nomor kendaraan ganjil-genap bisa diterapkan bila penghapusan sistem 3 in 1 malah membuat kemacetan lebih parah.

"Tergantung evaluasi dua minggu ini. Kalau dua minggu ini kemacetan hampir mirip, ya enggak diterapkan. Kalau macetnya tambah parah ya harus diterapkan," kata Ahok, Selasa (5/4/2016).

Ahok ingin menghapus sistem 3 in 1 karena dianggap tidak efektif mengurangi kemacetan dan berimbas pada munculnya eksploitasi anak. Ahok mendapat laporan penghapusan 3 in 1 tidak menimbulkan kemacetan parah. (aws/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads