Italia Tarik Pasukan dari Irak Bulan September
Rabu, 16 Mar 2005 06:36 WIB
Jakarta - Pemerintah Italia akhirnya memutuskan untuk menarik lebih dari 3.000 pasukannya yang berada di Irak pada bulan September mendatang. Keputusan mengejutkan PM Berlusconi itu menanggapi banyaknya tekanan dari publik Italia.Keputusan itu muncul kurang dari dua minggu pasca terbunuhnya pejabat intelijen Italia Nicola Calipari akaibta ditembak pasukan AS di Irak. Saat itu Calipari tengah mengawal pembebasan wartawan Italia yang menjadi sandera.Italia memiliki 3.200 pasukan dan polisi paramiliter di al-Nasiriyah, wilayah Selatan Irak yang dikuasai Inggris. Penarikan mundur pasukan Italia ini juga berdampak terhadap Inggris guna menambah pasukannya.Inggris sendiri harus memindahkan 650 pasukannya dari wilayah Basra saat mengambil alih wilayah itu dari Dutch beberapa waktu lalu. Ukraina dan Belanda telah menarik pasukan mereka minggu ini, karena berkurangnya koordinasi pasukan koalisi.Berlusconi mengatakan, ia telah mendiskusikan perihal penarikan mundur ini dengan PM Inggris Tony Blair. "Pendapat publik di negara kami lah yang memunculkan keputusan ini," kata dia, seperti dikutip dari situs Times on Line, Rabu (16/3/2005).Selama ini, pasukan Italia merupakan salah satu partner terbaik pasukan koalisi. Berlusconi pun adalah salah satu pendukung setia Presiden Bush mengenai kebijakan di Irak dimana Italia menjadi negara dengan kontingen militer terbesar keempat di Irak.Namun, tewasnya Calipari menimbulkan keretakan dalam hubungan AS-Italia. "kami akan menarik pasukan kami dari Irak sebelum akhir tahun ini, sesuai perjanjian dengan sekutu kami. Pengurangan pertama akan dimulai bulan Sepetember," kata Berlusconi kepada TV Italia.
(fab/)











































