RI Tawarkan Diri Sebagai Tuan Rumah Sidang KHAM PBB
Rabu, 16 Mar 2005 03:41 WIB
Jakarta - Indonesia menilai forum Komisi HAM (KHAM) PBB telah sangat dipolitisasi karena sidangnya hanya dilakukan di satu tempat yaitu Jenewa, Swiss. Untuk itu Indonesia menawarkan diri menjadi tuan rumah Sidang KHAM berikutnya guna mendesentralisasi kegiatan Komisi.Hal itu tertuang dalam sambutan Menlu Hassan Wirajuda di depan sidang KHAM PBB ke-61 di Jenewa, Selasa (15/3/2005), berdasarkan siaran pers yang diperoleh detikcom, Rabu (16/3/2005) dini hari.Hassan mengaku khawatir karena Komisi kurang memperhatikan bidang kerjasama teknis yang justru dibutuhkan negara-negara berkembang. "Salah satu langkah yang dapat menjamin kerja Komisi lebih membumi adalah dengan melaksanakan sidang KHAM secara bergantian antara Jenewa dan di negara-negara lain," kata dia.Ia meyakini, negara-negara lain akan dengan senang hati menjadi tuan rumah pertemuan ini. karena akan memajukan pendidikan masyarakat dan mengembangkan dialog di antara berbagai pemangku kepentingan dalam upaya memajukan dan melindungi HAM."Indonesia juga siap untuk menjadi tuan rumah sidang KHAM berikutnya," tukas Hassan.Sementara itu, dalam sambutannya Menlu juga menyampaikan adanya kebutuhan yang semakin mendesak untuk mengungkapkan kebenaran dan membangun rekonsiliasi antara RI dan Timor Leste. Ia menjelaskan, dalam tiga tahun terakhir hal itu telah berhasiil dikembangkan."Dengan semangat itu, pemimpin dua negara sepakat membentuk Komisi Kebenaran dan Persahabatan yang disahkan 9 Maret 2005. Komisi memiliki mandat mengungkapkan kebenaran dan merekomendasikan langkah-langkah mengobati luka-luka masa lalu, melakukan rehabilitasi serta meningkatkan perdamaian dan stabilitas," jelasnya.
(fab/)











































