Tolak BBM Naik, 3 Mahasiswa ITB Lakukan Aksi Mogok Makan

Tolak BBM Naik, 3 Mahasiswa ITB Lakukan Aksi Mogok Makan

- detikNews
Rabu, 16 Mar 2005 00:02 WIB
Bandung - Tiga orang mahasiswa ITB melakukan aksi mogok makan menolak kenaikan harga BBM di depan pintu gerbang utama kampus ITB, Jl. Ganesha, Bandung. Aksi ini dimulai pukul 17.00 WIB dan rencananya akan dilanjutkan hingga Kamis (17/3/2005) lusa.Ketiga mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bersatu (ARB) Jawa Barat itu adalah Ramses, Sandra dan Wira. Hingga pukul 00.00 WIB, Rabu (16/3/2005) dini hari ini, belum terlihat aparat keamanan yang datang ke lokasi."Aksi ini masih satu rencana dengan aksi sebelumnya. Sekarang titik-titik konsentrasinya di kampus dan kita ingin warga semakin terlibat," ujar Ramses yang menjadi komandan aksi mogok makan, kepada detikcom, Selasa (15/3/2005).Mereka duduk di atas tikar dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan serta mendirikan sebuah tenda warna biru. Mereka juga menyediakan sebuah kain putih 5x1 meter bagi warga yang ingin membubuhkan tandatangan dan memberikan pernyataan mengenai kebijakan pemerintah menaikan harga BBM.Sampai saat ini sekitar 20 orang sudah membubuhkan tandatangan, kebanyakan mahasiswa. Beberapa pernyataan antara lain, 'Ongkos naik, mahasiswa puasa', 'Ongkos naik, rokok naik, kopi naik, spp naik, apalagi yang naik?' dan 'Turunkan harga BBM, naikan kualitas hidup masyarakat'.Selain itu mereka rencananya juga akan membuat baligo dan lukisan berukuran 4x6 meter tentang penolakan kenaiakn BBM. Sementara itu, Kamis lusa ARB juga akan melakukan pawai rakyat mengelilingi kota Bandung."Estimasi massa minimal 2.000 orang, mulai dari ITB dan puncaknya di Gedung Sate. Sampai saat ini, sudah sebanyak 20 rim selebaran dibagikan," ujar Ramses.ARB Jabar memberikan tujuh tuntutan, diantaranya 'Tolak Kenaikan harga BBM' dan 'Tangkap, adili, penjarakan dan sita harta para koruptor untuk subsidi rakyat'.31 elemen kemahasiswaan yang ikut aksi ini antar lain, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Jabar, Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bandung Raya dan Partai Rakyat Demokratik (PRD). (fab/)


Berita Terkait