detikcom menghubungi Rendy, yang biasa mulai menunggu penumpang sejak pukul 05.00 WIB hingga malam.
"Waktu itu abis magrib, saya mau cari 1 penumpang lagi. Saya nunggu order masuk. Saya ngider (muter-muter) di daerah sekitaran City Walk," jelas Rendy saat berbincang, Rabu (6/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pas naik flyover yang ke Tanah Abang, penumpang saya teriak. Tasnya dijambret. Saya langsung respons, tanya ada apa," urai dia.
Ternyata, tas penumpang yang hendak dia antar dijambret, dua pria yang mengendarai motor dan melaju kabur dengan kencang.
Rendy segera meminta penumpangnya berpegangan erat. Rendy tancap gas mengejar pelaku. Hingga beberapa lama pengejaran dilakukan.
"Sampai di Pecenongan, kehilangan pelaku. Tapi nggak lama saya lihat itu motor, dia melambat kayaknya nggak sadar dikejar," urai Rendy.
Melihat dua pelaku sedang melambat, Rendy mengejar. Saat dekat dengan motor pelaku, dia menarik jaket seorang pelaku. Rupanya, si pelaku langsung tancap gas.
"Saya nggak pikir panjang, saya tabrak aja motor tuh orang. Dia jatuh, terus saya teriakin jambret," urai Rendy.
Tas korban bernama Lia yang dijambret pelaku bisa diselamatkan. Saat itu warga sudah datang dan mengamankan dua jambret itu.
"Saya karena tugas, mengantarkan ibu itu buat pulang. Tapi, ban saya kempes dan sobek karena nabrak motor jambret. Akhirnya ke bengkel dulu. Ibu itu, bilang cukup diantar sampai situ aja, suaminya jemput," urai Rendy.
Rendy sempat risau karena tidak tuntas mengantarkan penumpang sampai ke tujuan. Dia memohon tidak diberikan laporan buruk ke kantornya.
Tapi malahan, penumpang itu mengucapkan terima kasih karena sudah menolong mengejar penjambret.
"Syukur juga saya dikasih bintang, pelanggan nggak kecewa," terang Rendy yang mengaku mengejar penjambret demi membantu penumpang. (dra/dra)











































