Â
Pemerintah Kota Surabaya mempunyai 'jurus' untuk mengatasi dua masalah dengan satu solusi yakni pemasangan box culvert terhadap saluran air. Pemasangan box culvert ini sudah berjalan sejak 2010 atau pertama kali Risma menjabat sebagai Wali Kota Surabaya.
Dengan box culvert, selain mencegah banjir, box culvert tersebut juga berfungsi untuk menambah kapasitas jalan agar dapat mengatasi kepadatan. "Bila ditotal, sejak 2010 lalu, total panjang box culvert/kapasitas jalan yang terbangun telah mencapai 10.963 meter atau hampir 11 kilometer," ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati pada detikcom, Rabu (6/4/2016).
Sedangkan rincian pemasangan box culvert yakni, tahun 2010 sepanjang 3200 meter, 189 meter pada 2011, 889 meter pada 2012, lalu sepanjang 1147 meter pada tahun 2013. Sepanjang 2476 meter dibangun pada tahun 2014 dan 1076 pada tahun 2015. "Untuk tahun 2016 ini, rencananya box culvert akan dibangun sepanjang 1986 meter. Di antaranya di jalan Zamhuri (Rungkut) sepanjang 180 meter dan Jemur Ngawinan sepanjang 520 meter," imbuh Erna.
Kepala Bidang Perencanaan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya, Ganjar Siswopramono menambahkan, pembangunan box culvert di Surabaya, selama ini memang dibuat berfungsi ganda. "Selain untuk fungsi saluran air, juga pemecah kepadatan lalu lintas," ujarnya.
Selain itu, kata Ganjar juga sangat murah dibandingkan dengan melakukan pembebasan lahan untuk pelebaran jalan atau lahan.
Menurut Ganjar, sistem saluran di Surabaya mayoritas sistem irigasi sehingga tidak dapat menampung banyak air ketika terjadi hujan lebat dengan debit air tinggi yang menyebabkan terjadinya banjir.
"Selama ini kita terus merubah saluran irigasi menjadi saluran drainase. Kalaupun terjadi genangan tinggi tidak akan berlangsung berjam-jam maupun berhari-hari," tegas Ganjar. (bag/bag)











































