"(Sekarang) paketnya lagi diperiksa polisi. Tidak ada ancaman signifikan dari paket tersebut," kata Wiandra saat diwawancara di kantornya, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (6/4/2016).
Sebelumnya polisi menyatakan bahwa ada surat di dalam paket bertuliskan, 'Benda tersebut jangan digoyang, hati-hati dalam memperlakukan barang ini'. Meski tak ada ancaman signifikan, tetapi pihak Pertamina tetap menghubungi polisi untuk antisipasi.
"(Masuknya lewat) mailing room 9, kita bawa ke x-ray, kita pisahkan. Ada hal yang tidak wajar, tidak seperti paket biasa. Dari pihak kepolisian menyebut itu mencurigakan," tutur Wianda.
Paket tersebut ditemukan di lobi Gedung Annex di Kantor Pertamina. Para pegawai yang berada di gedung tersebut langsung dievakuasi.
Tak tertera identitas pengirim dari paket tersebut. Tetapi Wianda menduga paket itu dibawa oleh sebuiah agen perjalanan.
"Paket diterima oleh salah satu pekerja tetapi tidak jelas ditujukan ke siapa. Sedang dicek bagaimana dia bisa mendapatkan nomor pekerja (kami)," ungkap Wianda. (bag/mad)











































