Protes itu disampaikan oleh Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo. Saat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/4/2016), Edhy meminta klarifikasi dari Ade soal hal ini.
"Tentang pernyataan anggota DPR sesat ini perlu diklarifikasi," kata Waketum Gerindra ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mohon maaf. Kepada Mas Edhy, saya mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan. Tidak ada maksud dari pimpinan untuk merendahkan martabat," ucap Akom.
"Justru kita ingin kian hari parlemen lebih bermartabat," lanjutnya.
Pernyataan yang menimbulkan protes ini diucapkan Akom saat menerima cendekiawan untuk membahas perpustakaan DPR, Selasa (22/3). Saat itu, Akom menilai perpustakaan ini dibutuhkan untuk meluruskan jalan pikiran anggota DPR dan masyarakat umum.
"Saya terus terang saja selaku ketua DPR, dengan Fahri, senang sekali dikunjungi oleh teman-teman cendekiawan dan menyampaikan gagasan yang luar biasa. Ini manfaatnya, tadi disampaikan Ignas, ini infrastruktur bagi pemikiran, jalan pikiran kita. Jalan pikiran wartawan, anggota DPR, masyarakat umum. Anggota DPR yang biasanya sesat pikirannya menjadi lurus, wartawan yang sesat menjadi lurus," kata Akom saat itu. (imk/tor)










































