"Kami dicerca karena foto istri-istri anggota DPR itu. Kami dapat cacian dan makian publik, padahal itu hanya bagian dari anggota DPR," kata Indah dalam interupsinya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/4/2016).
"Ini soal layak atau tidak layak," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harus aware dan sadar. Kita diawasi masyarakat Indonesia jadi semua harus dicermati dengan seksama," ujarnya.
Liburan istri-istri anggota DPR itu diketahui lewat foto yang beredar. Di foto itu, ada 11 perempuan yang berpose dengan spanduk PIA berlatar sakura. Di antaranya adalah istri Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan istri mantan ketua DPR Setya Novanto.
Rombongan membawa spanduk bertuliskan 'Persaudaraan Isteri Anggota DPR RI Periode 2013-2019'. Dari spanduk, diketahui bahwa liburan ke Jepang berlangsung pada 30 Maret-7 April 2016. Mereka jalan-jalan ke Osaka, Kyoto, dan Tokyo.
Wakil Ketua PIA, Grace Fadli Zon menuturkan bahwa liburan tersebut merupakan program PIA untuk saling mengakrabkan. Mereka tidak menggunakan uang negara dalam liburan itu.
Ketua DPR Ade Komarudin sempat menyebut istri-istri anggota keliru karena kegenitan menggunakan spanduk PIA DPR. Hal ini ditepis oleh istri Fadli Zon.
"Pemakaian spanduk semata-mata untuk menjadi penanda dan kenang-kenangan untuk peserta wisata Jepang, dengan menggunakan baju tenun dan dalam pose yang masih dalam batas kewajaran (tidak dalam konteks kegenit-genitan)," papar Grace dalam keterangannya. (imk/tor)











































