Untuk membuat pindang berukuran seperti itu, pemindang menghabiskan hingga 10 Kuintal garam dan alat masak berukuran raksasa dengan waktu pembuatan sampai belasan jam.
"Yang buat sampai 10 orang semuanya berprofesi sebagai pemindang lokal dengan menggunakan alat masak berukuran panjang 2,4 meter dengan lebar 1,2 meter dan tinggi 30 centimeter, menghabiskan garam sebanyak satu kuintal," kata koordinator pemindang Harun Taufik (53) kepada wartawan Selasa (5/4/2016).
Foto: Proses pembuatan (Syahdan/detikcom) |
Rencananya, penyerahan piagam penghargaan pencetakan rekor akan diserahkan Rabu (6/4) pagi bersamaan dengan perayaan Festival Hari Nelayan Ke 56 di Dermaga Palabuhanratu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Palabuhanratu adalah penghasil ikan tuna kualitas nomor satu se-Indonesia sekaligus penghasil ikan pindang karya asli pemindang Palabuhanratu, euforia hari nelayan ini kita persembahkan ikan pindang tuna terbesar dan menorehkan catatan MURI," ujar Nandang.
Pindang raksasa tersebut akan diikutsertakan dalam karnaval bersama rombongan peserta lainnya dengan jumlah personil arakan khusus pindang sebanyak 120 orang personil.
"Cuma yang kita arak besok bukan pindang yang asil, hanya replika. Agar pindang ini terjaga kebersihannya dan tetap bisa disantap oleh peserta maupun tamu yang hadir di acara festival hari nelayan besok yang pasti halal dan aman," tandas Nandang.
Foto: Proses pembuatan pindang (Syahdan/detikcom) |












































Foto: Proses pembuatan (Syahdan/detikcom)
Foto: Proses pembuatan pindang (Syahdan/detikcom)