Kasus Dugaan Suap PT Brantas, Kejagung Periksa Aspidsus dan Kajati DKI

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 05 Apr 2016 23:17 WIB
Tim Jamwas usai pemeriksaan pejabat Kejati DKI (Foto: Yulida Medistiara/detikcom)
Jakarta - Kajati DKI Sudung Situmorang dan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kajati DKI Tomo Sitepu diperiksa Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung hari ini. Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk menyelidiki dan klarifikasi atas dugaan penyuapan jaksa oleh PT Brantas Abipraya.

"Atas perintah Pak Jaksa Agung hari ini pemeriksaan untuk klarifikasi," kata Jamwas Widyo Pramono di Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/4/2016).

Widyo mengatakan dirinya sudah membentuk tim klarifikasi yang dipimpin oleh Sesjamwas Jasman Panjaitan. Selain Sudung dan Tomo, tim juga memeriksa Kasi Penyelidikan Kejati DKI Rinaldi dan Kepala Bagian TU Nur Erlina Sari. Semuanya diperiksa secara terpisah.

"Semuanya kooperatif memenuhi panggilan pak ketua tim, pak Jasman Panjaitan. Masing-masing sudah di tanya dan sudah memberikan keterangan," ujar Widyo.

"Yang jelas jajaran pengawasan itu selalu melakukan pemeriksaan terhadap dugaan-dugaan yang diperkirakan ada pelanggaran disiplin. Kemudian Pak Jaksa Agung sudah memerintahkan Pak Jamwas untuk dilakukan hari ini pemeriksaan. Semuanya berjalan dengan baik tidak ada satu hal yang kita sembunyikan," sambungnya.

Terkait kasus ini, KPK menetapkan 2 orang pemberi suap yaitu Direktur Keuangan PT BA Sudi Wantoko dan Senior Manager PT BA Dandung Pamularno serta seorang perantara suap bernama Marudut. Ketiganya ditangkap di sebuah hotel pada Kamis (31/3) di bilangan Cawang, Jakarta Timur.

KPK memastikan duit suap tersebut mengarah ke Kejati DKI. Namun tidak ada seorang pun yang ditetapkan sebagai tersangka selaku penerima suap. Uang sebesar USD 148 ribu tersebut jadi barang bukti dan diamankan KPK.

(rii/miq)