Sidak, Bupati Dedi Hukum Kepala Puskesmas Hingga Angkat Petugas Kebersihan

Sidak, Bupati Dedi Hukum Kepala Puskesmas Hingga Angkat Petugas Kebersihan

Tri Ispranoto - detikNews
Selasa, 05 Apr 2016 20:51 WIB
Sidak, Bupati Dedi Hukum Kepala Puskesmas Hingga Angkat Petugas Kebersihan
Foto: Bupati Dedi di Puskesmas Purwakarta (Tri Ispranoto/detikcom)
Purwakarta - Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, menggelar sidak ke Puskesmas Purwakarta Kota. Dedi mendapati kondisi puskesmas yang sedikit kotor dan meminta kepala puskesmas untuk membersihkannya.

Dedi datang ke Puskesmas itu pada Selasa (5/4/2016) siang. Kedatangan Dedi langsung masuk ke ruang IGD. Di ruangan yang terbilang masih baru itu Dedi tak mengeluhkan apa pun, namun begitu melihat bagian belakang dia mendapati kamar mandi terutama wastafel sudah kotor.
Bupati Dedi dapati salah satu sudut puskesma yang kotor (Ispranoto/detikcom)

Mendapati hal itu Dedi langsung memanggil Kepala Puskesmas, Atik Hayati, dan menghukumnya dengan meminta membersihkan wastafel tersebut tanpa bantuan dari pekerja kebersihan.
Bupati Dedi dapati minta kepala puskesmas membersihkan wastafel (Ispranoto/detikcom)

Usai dihukum, Dedi pun kembali berkeliling dengan Atik ke seluruh ruangan puskesmas. Sepanjang sidak Dedi menemukan beberapa hal yang tak sesuai seperti pedagang yang tak tertata, beberapa perabotan umum yang rusak, dan rusaknya beberapa wallpaper yang baru saja digunakan.

"Ini juga nggak boleh lagi ada tempelan kertas di tembok atau kaca depan. Yang kreatif dikit dong, kan bisa pakai seperti papan pengumuman yang bagus. Ini berdayakan dong biar lebih kreatif dan terlihat rapi," ucap Dedi.
Foto: Bupati Dedi dan Kepala Puskesmas (Ispranoto/detikcom)

Di sela-sela sidak itu, Atik berkeluh mengenai beberapa hal yang belum ada dan kurang. Seperti alat kebersihan, perlengkapan toilet, tempat sampah, AC, hingga tanaman. Mendengar hal tersebut Dedi pun langsung mengeluarkan kocek pribadinya dan menyuruh salah seorang bawahannya untuk membeli ember, sapu, alat pel, dan lain-lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kapan lagi. Mumpung ada Pak Bupati jadi semua harus diceritakan, karena kalau tunggu anggaran lama," ungkap Atik.
Foto: Puskesmas tampak dua lantai (Ispranoto/detikcom)

Sementara untuk pengadaan AC dan perlengkapan lain yang membutuhkan biaya cukup besar Dedi menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purwakarta untuk langsung memfasilitasinya. Hal tersebut dilakukan agar pelayanan puskesmas semakin nyaman bagi masyarakat.

Sebelum pulang, Dedi pun memanggil seorang petugas kebersihan dan istrinya yang sama-sama bekerja di puskesmas tersebut. Dalam obrolan penuh candanya itu ternyata terungkap jika pasutri yang telah bekerja selama 18 tahun tersebut masih berstatus honorer dengan pendapatan bersih Rp 600 ribu perbulan.

"Tos, mulai ayeuna Abah sareng Emak diangkat ku saya jadi THL (Tenaga Harian Lepas -red) di Dinas Kebersihan khusus kerja di puskesmas iyeu. Gajihna mulai bulan hareup jadi Rp 1,5 juta (Sudah, mulai sekarang abah dan emak diangkat oleh saya jadi THL di Dinas Kebersihan khusus penempatan di puskesmas ini. Gajinya mulai bulan depan naik Rp 1,5 juta)," tutur Dedi.
Foto: Bupati Dedi dan petugas kebersihan (Ispranoto/detikcom)

Selain itu Dedi pun akan menambah pekerja THL yang masih berusia muda sebanyak dua hingga empat orang yang nantinya akan bekerja sebagai tenaga kebersihan dan parkir di puskesmas tersebut.

(miq/miq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads