Perusahaan Malaysia Ingin Bangun Bandara Kualanamu Sumut

Perusahaan Malaysia Ingin Bangun Bandara Kualanamu Sumut

- detikNews
Selasa, 15 Mar 2005 20:18 WIB
Medan - Di tengah kemelut hubungan RI-Malaysia soal Ambalat, ternyata perusahaan Negeri Jiran masih optimis hubungan ekonomi kedua negara tetap berjalan. Bahkan, salah satu perusahaan Malaysia ingin investasi membangun Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara.Trident Hill, perusahaan yang berkedudukan di Kualalumpur, Malaysia, menawarkan diri membangun Bandara Kualanamu di Deliserdang. Selain itu, pembangunan juga akan dilengkapi akses jaringan jalan tol dari dan ke bandara baru tersebut.Jika tawaran ini diterima Trident Hill berjanji, dalam 3 atau 4 tahun setelah kontrak, bandara baru representatif bertaraf internasional pengganti Bandara Polonia Medan ini sudah hadir di Sumut."Semua biaya pembangunan kita tanggung dengan sistem build over take (BOT), di mana dalam waktu 25 sampai 60 tahun atau sesuai jangka waktu yang akan disepakati dalam nota kesepahaman nantinya, semua yang kita bangun ini akan menjadi aset pemerintah daerah."Demikian dikatakan oleh Pemimpin Trident Hill Sdn Bhd, Dato Sharma kepada wartawan, usai bertemu Gubernur Sumut Rizal Nurdin, di kantor Gubernur, Jl. Diponegoro, Medan, Selasa (15/3/2005).Tawaran Trident Hill tersebut meliputi pembangunan Bandara Kualanamu yang dilengkapi dengan jalan tol Medan-Kualanamu, Kualanamu-Parapat, Medan-Berastagi, Kualanamu-Belawan dan pembanguan railway (jaringan kereta api) Medan-Kualanamu. Total pembangunan bandara, jalan tol dan sarana prasarana pendukung diperkirakan sekitar Rp 13,5 Triliun yang 100 persen ditanggung oleh pihak investor. Bila penawaran ini disetujui, lanjut Sharma, bulan Maret ini mereka sudah siap menandatangani memory of understanding (MoU) untuk selanjutnya melakukan studi kelayakan kontrak bulan Agustus.Lalu bulan September atau Oktober sudah dapat dilakukan penyerahan lahan ke pihak investor. Sedangkan untuk pembangunan bandara, jalan tol dan sarana prasarana pendukung itu diperkirakan memakan waktu 3 sampai 4 tahun."Kami memprediksi proyek bandara dan jalan tol ini akan menguntungkan masyarakat daerah ini sebab apabila bandara baru ini tidak dibangun maka daerah ini akan mengalami kendala untuk mengembangkan sumberdayanya, padahal potensi Sumut cukup besar," ujar Sharma.Berkaitan dengan hal itu Rizal Nurdin menyatakan, pada prinsipnya menyambut positif penawaran ini meski mengakui penawaran sistem BOT dari investor luar negeri seperti ini merupakan hal baru di Indonesia. "Hal ini jelas akan sangat menguntungkan bagi daerah ini, namun kewenangan pembangunan bandara tidak semuanya ada pada pemerintah daerah. Sebab itu saya akan mempertemukan mereka kepada tim pembangunan bandara yang telah dibentuk di Departemen Perhubungan di Jakarta. Bila pihak Dephub mendukung, penawaran ini dapat segera direalisasikan," ujar Rizal.Keterangan yang diperoleh menyebutkan, lahan untuk pembangunan Bandara Kualanamu sudah dibebaskan sekitar 13.631,075 hektar dengan total dana pembebasan sekitar Rp 144.520.532.120,80 di Kecamatan Beringin dan Kecamatan Pantailabu Kabupaten Deliserdang. Antara lain lahan masyarakat 2.676,649 ha, lahan PTPN 6.558,300 ha, lahan Puskopad A 3.275,477 ha dan lahan PT Serdang Hilir 541,00 ha. (fab/)


Berita Terkait