Pagi tadi, keluarga, kerabat dan handai tolan berkesempatan menyalatkan jenazah arsitek Indonesia kelas dunia tersebut di Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Ganeca, Kota Bandung. Salah satu tokoh nasional yang hadir yaitu Hatta Rajasa.
Setelah itu ambulans membawa jasad pelopor desain masjid tanpa kubah ini meluncur ke TPU Cikutra. Rombongan keluarga serta pelayat menggunakan kendaraan roda dua dan empat turut beriringan dengan pengawalan mobil polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota keluarga dan sanak saudara silih berganti menaburkan bunga di atas gundukan tanah makam tokoh arsitek Indonesia tersebut. Fauzan Noe'man, anak ketiga Achmad, menghaturkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah memberikan waktu untuk datang ke tempat pemakaman.
"Ya alhamdulillah, kecintaan orang lain kepada bapak ternyata hampir sama dengan kami keluarganya," ucap Fauzan usai pemakaman.
Achmad tutup usia di RS Santo Borromeus, Jalan Djuanda (Dago), Kota Bandung, Senin (4/4) kemarin, sekitar pukul 15.45 WIB. Dia meninggal saat usia 90 tahun.
"Memang bapak sakit. Namun kata dokter, kondisi seperti itu mengingat usia bapak yang sudah lanjut. Ya jadi sakitnya karena faktor umur," kata Fauzan.
Semasa hidup, Achmad sering dipercaya untuk mendesain masjid di dalam dan luar negeri. Dedikasi serta kontribusi nyata dia ternyata menginspirasi banyak orang. Karya fenomenal menjadi ciri khas Achmad ialah masjid tanpa kubah, salah satunya Masjid Salman ITB.
"Mudah-mudahan ilmu yang diajarkan beliau kepada murid-muridnya bisa dijalankan dengan baik," ucap Fauzan yang menjadi penerus keahlian sang ayah.
Selamat jalan sang 'arsitek seribu masjid'. (bbn/try)











































