Cara Menangani Gigitan King Cobra, Ular yang Tewaskan Irma Bule

Rina Atriana - detikNews
Selasa, 05 Apr 2016 14:53 WIB
Foto: Ilustrasi oleh Zaki Alfarabi
Jakarta - Ular raja kobra yang dipakai atraksi oleh pendangdut Irma Bule rupanya masih memiliki bisa. Pendangdut berambut pirang itu pun meninggal dunia usai dibawa ke rumah sakit.

Anggota Sioux Snake Rescue Erwandi Supriadi berbagi tips langkah-langkah yang bisa dilakukan ketika kita atau orang di sekitar kita tergigit ular King Cobra. Hal pertama adalah tidak panik.

"Tidak panik, bersikap tenang. Setelah itu segera dijauhkan ularnya. Karena ular itu pasti akan menunggu, dan melakukan tindakan lain," kata Erwandi saat dihubungi detikcom, Selasa (5/4/2016).

"Lalu dibebat sekitar 10 cm dari luka untuk menghambat penyebaran bisa. Untuk mengeluarkan darahnya, disobek kulit di dekat gigitannya, tidak usah terlalu lebar, diurut hingga mengeluarkan darah," jelasnya.

Baca juga: Setelah Insiden Irma Bule, Joget Dangdut Ditemani Ular Bakal Dilarang?

Erwandi juga menyarankan agar korban segera diberi asupan makanan berprotein tinggi seperti susu, daging, dan sebanyak mungkin meminum air putih.

Menurut Erwandi, bisa King Cobra dapat membunuh korbannya hanya dalam waktu 15 menit. Jenis bisa King Cobra sendiri ada 3 macam, yaitu bisa yang menyerang saraf, darah, dan jantung.

"Soal bisa (ular), kalau hanya taringnya dipatahin, itu bisa tumbuh lagi. Dalam waktu seminggu juga bisa ada lagi. Kalau emang mau enggak ada bisanya, kelenjar bisa yang ada di kepala ular harus dicopot. Ini bisa dilakukan melalui operasi," ujar Erwandi.

"Kalau kelenjar itu dihilangkan, kasihan ularnya, dia akan kesulitan untuk makan. Karena protein dari kelenjar tersebut digunakan untuk mencerna makanan lebih cepat," terangnya.

Erwandi menambahkan, ekor merupakan bagian yang sangat sensitif dari King Cobra. Irma Bule pun dilaporkan digigit ular karena tak sengaja menginjak ekornya.

Baca juga: Polisi Cari Tahu Pemilik Ular yang Patuk Irma Bule

"Ular itu sensitif ketika ada pergerakan, apalagi bagian ekornya, itu sangat sensitif. Memang resiko dari atraksi ya meninggal itu," tambah Erwandi.

"Sebenarnya belum ada undang-undang untuk melarang ular dipakai untuk atraksi, akan tetapi karena ini telah membahayakan, kami akan mengajukan agar atraksi menggunakan hewan-hewan buas dilarang oleh pemerintah," pungkasnya.  

Berdasarkan informasi yang dihimpun, King Cobra merupakan ular berbisa terpanjang di dunia. Panjangnya bisa mencapai 5,5 meter. Bisa ular ini bersifat hemotoksin (menyerang darah), neurotoksin (menyerang sistem saraf), dan kardiotoksin (menyerang jantung).

King Cobra biasa hidup di beragam habitat, mulai dari hutan, rawa-rawa, hingga semak belukar. Ular ini termasuk hewan kanibal, dia memakan ular berbisa lain, dan bisa bertahan berbulan-bulan tidak makan karena metabolismenya berjalan lambat.

(rna/mad)