Dinilai Cari Muka, Dubes RI untuk Malaysia Layak Dicopot
Selasa, 15 Mar 2005 18:38 WIB
Jakarta - Sebutan orang lapar, orang marah, dan orang gila yang diucapkan Dubes Indonesia untuk Malaysia Rusdihardjo dinilai seperti cari muka, sehingga selayaknya dicopot."Menurut saya Presiden harus panggil dia. Kalau perlu copot saja," kata Anggota Komisi III DPR RI asal FPDIP Trimedya Panjaitan kepada detikcom saat ditemui di sela-sela rapat paripurna di Gedung DPR/MPR jalan Gatot Soebroto Jakarta Pusat, Selasa (15/3/2005).Hal ini dikatakan dia terkait ucapan Rusdi seperti dikutip harian lokal Malaysia. Rusdi menyebut aksi pembakaran bendera Malaysia berakibat dari orang yang lapar, orang lapar ini orang yang marah, orang yang marah ini orang gila.Pernyataan Rusdi itulah yang disayangkan Trimedya yang dinilai berlebihan dan tidak proporsional. "Itu sangat tidak perlu dan jelas sangat tidak proporsional. Statement-nya sama saja merendahkan martabat pemerintah di hadapan Malaysia," tukas Trimedya.Dia juga mengaku tidak mengerti dengan sikap yang diambil Rusdi. "Kalau kita mau jujur, kasus Ambalat kan merupakan pengalihan isu oleh pemerintah dari kenaikan harga BBM. Kalau sikapnya seperti itu, Presiden jelas harus memanggilnya pulang," ujarnya.Meski demikian, Trimedya tidak menampik kemungkinan tindakan Rusdi tersebut merupakan langkah untuk melindungi WNI yang melakukan aksi protes di Malaysia."Itu bisa saja, tapi saya rasa terlalu prematur. Masih ada langkah-langkah diplomasi lainnya. Orang Malaysia masih tenang-tenang saja, kok sepertinya dia cari muka sekali," katanya.Menurut dia, aksi protes terhadap Malaysia soal sengketa Ambalat merupakan semangat nasionalisme masyarakat yang timbul dari tindakan pemerintah."Presiden dengan mengunjungi daerah perbatasan menunjukkan concern yang luar biasa, dan itu diapresiasi oleh masyarakat. Jadi tidak sepantasnya ditanggapi seperti itu," tandas Trimedya.
(sss/)











































