Sultan Pantau Malioboro yang Kini Steril dari Parkir dan Dialog dengan Jukir

Sultan Pantau Malioboro yang Kini Steril dari Parkir dan Dialog dengan Jukir

Bagus Kurniawan - detikNews
Selasa, 05 Apr 2016 13:41 WIB
Sultan Pantau Malioboro yang Kini Steril dari Parkir dan Dialog dengan Jukir
Foto: Bagus Kurniawan/detikom
Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengunjungi kawasan Malioboro pasca penataan ulang. Sultan melihat lokasi tempat parkir kendaraan bermotor yang disediakan di Taman Parkir Abu Bakar Ali (ABA), Selasa (5/4/2016).

Dalam kunjungan tersebut Sultan didampingi Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti dan Kepala Dinas PUP-ESDM DIY Rani Syamsinarsi.

Selain melihat langsung lokasi tempat relokasi parkir Malioboro tersebut, Sultan juga melihat persiapan penataan ulang trotoar di sisi timur Jl Malioboro yang dulu menjadi tempat parkir. Kawasan itu akan di tata ulang dengan menjadikan tempat itu menjadi kawasan pedestrian atau khusus pejalan kaki.

Foto: Bagus Kurniawan/detikcom

Di tempat itu rencananya akan di tempatkan semacam furniture street yang berfungsi sebagai tempat duduk bagi wisatawan. Beberapa sampel tempat sampah, kursi-kursi kayu, tutup besi lubang selokan bawah juga telah disiapkan di tempat itu.

Sultan mendengar penjelasan dari Haryadi Suyuti dan Rani mengenai grand design penataan Malioboro menjadi kawasan pedestrian. Dia juga sempat berdialog dengan para jukir.

Di kawasan Malioboro Sultan sempat mencoba duduk di kursi yang rencananya akan di pasang di kawasan khusus pedestrian. Dia juga memberikan beberapa masukan mengenai contoh-contoh furniture yang akan ditempatkan di Malioboro.

"Untuk tempat parkir, nanti kita coba lihat apakah masih ada tempat yang masih memungkinkan tersedia seperti sebelah PT KAI. Tergantung Pak Wali nanti menyiapkannya," kata Sultan kepada wartawan.

Sultan mengakui bila kawasan Malioboro sangat padat terutama saat weekend. Efek kemacetan tidak hanya terjadi di Malioboro saja, namun juga beberapa tempat di kanan-kiri Malioboro seperi Jl Bhayangkara dan Jl Mataram.

Foto: Bagus Kurniawan/detikcom

"Pendapat saya, harus ada alternatif ruang kosong sebagai pengganti ruang parkir," katanya.

Sultan berharap dengan penataan ini, Malioboro terlalu tidak lagi padat. Pejalan kaki bisa berjalan dengan santai. Demikian pula dengan kendaraan juga berjalan dengan pelan-pelan karena banyak orang berjalan di tempat itu.

"Harapan saya, kalau menyeberang ya lewat zebra cross, tidak asal menyeberang. Harus hati-hati. Pagar besi oranye itu ada agar berhati-hati saat menyeberang. Nantinya mungkin kita ganti dengan traffic light, kalau menyeberang bisa pencet tombol," pungkas Sultan. (bgs/trw)


Berita Terkait