TPF Kasus Munir Akan Temui Kepala BIN Pekan Depan

TPF Kasus Munir Akan Temui Kepala BIN Pekan Depan

- detikNews
Selasa, 15 Mar 2005 18:17 WIB
Jakarta - Jika tidak ada aral melintang, Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Munir, Rabu, (23/3/2005) pekan depan akan menemui Kepala BIN Syamsir Siregar untuk mengonfirmasikan sejumlah temuan TPF yang mengkaitkan dengan dugaan keterlibatan anggota BIN dalam peristiwa tewasnya Munir pada 7 September 2004 lalu.Rencananya, pertemuan itu akan dilakukan di kantor Kepala BIN. "Kita akan bertemu Kepala BIN untuk menindaklanjuti apa yang sudah diperoleh TPF selama ini. Yang pasti, kami akan membicarakan apa yang ditemukan TPF berkaitan dengan keterlibatan anggota BIN," kata anggota TPF Usman Hamid usai rapat internal TPF di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Selasa, (15/3/2005).TPF, lanjut dia, saat ini sudah meminta bantuan Kepala BIN untuk membantu langkah-langkah pencarian fakta seputar keterlibatan anggota BIN tersebut. Meski demikian, saat ditanya mengenai indikasi apa yang ditemukan TPF perihal dua nama anggota BIN yang disebut-sebut terlibat, Usman mengatakan, TPF baru memiliki data awal yang belum bisa dikatakan berupa temuan. Dia juga menolak menyebutkan data awal yang ditemukan TPF.Temui PPATKSelain itu, TPF juga akan bertemu PPATK pada Senin (21/3/2005), pekan depan untuk melacak sejumlah rekening orang-orang yang diduga terlibat dalam tewasnya Munir, termasuk aliran dana atau adanya indikasi kucuran dana ke rekening Pollycarpus. "Iya... iya, tapi jangan sebut namanya," saat ditanyakan apakah memang benar ada indikasi kucuran dana masuk ke rekening Polly.Namun, Usman mengaku hingga kini TPF belum memiliki data mengenai sejumlah indikasi kucuran dana. Untuk itulah, pihaknya akan meminta bantuan PPATK untuk mengetahui ada atau tidaknya kemungkinan atau peluang kucuran dana ke sejumlah rekening orang-orang yang diduga terkait dalam tewasnya Munir.Sebelumnya, Usman mengatakan ada enam orang yang diduga terkait dalam tewasnya Munir. Namun selain empat orang awak dan direksi Garuda, Usman enggan berkomentar lebih jauh. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads