"Pak Ahmad Noe'man adalah arsitek teladan yang mendedikasikan dirinya untuk desain-desain masjid. Banyak karyanya, dari Salman hingga masjid luar negeri," ujar pria yang karib disapa Emil tersebut kepada detikcom melalui sambungan telepon, Senin (4/4/2016).
Sebagai seorang arsitek, Emil mengaku banyak terinspirasi dengan gagasan-gagasan sang maestro arsitektur masjid kebanggaan Indonesia tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Emil, selama masa hidupnya, sosok yang dikenal dengan julukan 'arsitek 1.000 masjid' tersebut mendedikasikan dirinya terhadap dunia arsitektur baik di Indonesia maupun dunia.
"Pak Achmad datang dari keluarga seniman. Anak-anak dan keluarganya selalu memberikan inspirasi dan dedikasi terhadap kemajuan rancang bangun Indonesia," ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Emil yang saat ini sedang berada di Selandia Baru mengungkapkan rasa kehilangan dan belasungkawa atas wafatnya pelopor masjid tanpa kubah kebanggaan Indonesia tersebut.
"Saya sebagai wali kota turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga gagasan dan inspirasi beliau dalam mendesain masjid menjadi bekal amal ibadah di akhirat," tandasnya.
Achmad Noe'man tutup usia di RS Borromeus Bandung sekitar pukul 15.45 WIB setelah mendapatkan perawatan selama dua minggu. Rencananya, dia dimakamkan besok di TMP Cikutra, Bandung. (avi/try)











































