Taufik Kurniawan: Munculnya Calon Independen Bukan Deparpolisasi

Pilkada Serentak

Taufik Kurniawan: Munculnya Calon Independen Bukan Deparpolisasi

Ahmad Toriq - detikNews
Senin, 04 Apr 2016 14:50 WIB
Taufik Kurniawan:  Munculnya Calon Independen Bukan Deparpolisasi
Foto: Taufik Kurniawan
Jakarta - Waketum PAN Taufik Kurniawan menepis istilah deparpolisasi yang dikaitkan dengan Pilkada serentak dengan calon independen. Justru hal itu jadi tantangan bagi parpol untuk semakin peka terhadap perubahan zaman.

"Terjadi fenomena yang dikaitkan dengan istilah deparpolisasi, itu merupakan tantangan bagi parpol. Kalau saya berpikir positif bukan masalah deparpolisasi atau tidak, ini tantangan untuk perubahan zaman, perubahan nilai kultur di masyarakat," kata Taufik Kurniawan saat menyampakan sambutan di Musda ke-4 DPD PAN Kabupaten Purbalingga, seperti siaran pers, Senin (4/4/2016).

Musda DPD PAN tersebut berlangsung pada Minggu (3/4) kemarin. Dinamika Musda sempat hangat karena adanya 17 orang formatur. Namun Musda berlangsung dengan demokratis. "Hasil Kongres PAN di Bali pada prinsipnya mengatur calon anggota formatur diatur oleh DPW Provinsi. Dari anggota DPD itu dipilih empat calon anggota formatur oleh peserta Musda ditambah satu formatur dari pengurus jenjang kepengurusan yang lebih tinggi yakni DPW PAN Provinsi. Musda berlangsung demokratis sehingga semua 17 formatur diberi kesempatan yang sama untuk dipilih oleh peserta Musda dipilih empat besar. Memang tidak langsung anggota formatur dengan suara terbanyak jadi ketua DPD. Semuanya diselesaikan secara musyawarah dan tentunya seandainya musyawarah itu belum selesai maka diselesaikan DPW PAN Provinsi Jateng," kata Taufik Kurniawan memaparkan jalannya Musda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemilihan suara berlangsung selama tiga jam berjalan, saya mengikuti proses sampai selesai. Kemudian terpilihlah hasil formatur yang empat orang, nah intinya dari empat orang itu akhirnya sepakat untuk menunjuk ketua DPD. Akhirnya disepakati ketuanya Mugo Waluyo sekretarisnya Suharto dan bendaranya Ibu Yani dan Ketua Bapilu Agus Suyanto. Semuanya dipilih secara musyawarah mufakat yang berlangsung kondusif," kata Taufik.

Kembali ke isu deparpolisasi yang sempat memanas, Taufik menuturkan, munculnya calon independen di Pilkada bukanlah salah masyarakat. "Sekarang ada pergeseran nilai-nilai masyarakat di bidang sosial seperti munculkan media sosial, di bidang ekonomi muncul taksi online, ojek online, toko online, demikian pula di Pilkada mulai muncul calon perseorangan," paparnya.

"Seperti yang terjadi di Pilkada Yogyakarta dan Pilgub DKI. Masyarakat ingin diayomi oleh pemimpin yang tegas. Masyarakat tidak ingin hal-hal birokratis di partai namun ingin langsung kemudahan dalam rangka menggunakan parpol sebagai bagian dari pilar demokrasi. Oleh karena itu saya memperingatkan kader PAN untuk meningkatkan aspek moralitas dalam berpartai kita tidak boleh menyalahkan siapa-siapa itulah tantangan zaman. Sehingga benteng moralitas dan keikhlasan dalam berpartai harus ditingkatkan," pungkasnya. (tor/van)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini