Tentara Malaysia di Aceh Tidak Terpengaruh Soal Ambalat

Tentara Malaysia di Aceh Tidak Terpengaruh Soal Ambalat

- detikNews
Selasa, 15 Mar 2005 15:57 WIB
Banda Aceh - Sekitar 500 personel tentara Diraja Malaysia yang kini bertugas di Aceh untuk menjalankan misi kemanusian bagi korban tsunami, tidak terpengaruh dengan memanasnya hubungan RI-Malaysia terkait sengketa Blok Ambalat. "Kami di sini hanya menjalankan tugas kemanusiaan, membantu saudara kami yang terkena musibah bencana. Kami akan berada di sini sampai batas waktu yang diizinkan berakhir," jelas Direktur Rumah Sakit Lapangan Malaysia Letnan Kolonel Dokter Zakaria Muhammad (48) kepada sejumlah wartawan di RS Lapangan Malaysia, Jantho, Aceh Besar (15/3/2005). Ketegangan antara RI-Malaysia, dikatakan Zakaria, bukan urusan mereka. Para tentara Diraja Malaysia yang ada di Aceh, menurut Zakaria, hanya datang untuk membantu korban tsunami khusus menangani kesehatan, makanan, dan obat-obatan juga pembangunan sejumlah jalan dan jembatan. Sebaliknya, masyarakat Aceh juga tak terpengaruh dengan ketegangan di Ambalat. Rumah sakit tersebut saban hari ramai dikunjungi warga. Tak hanya para korban tsunami, tapi juga yang sudah memiliki penyakit sebelumnya. Mereka yang datang bukan saja warga dari Banda Aceh dan Aceh Besar, tapi juga dari Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Pidie bahkan dari Sumatera Utara. Dari sepuluh pasien yang dirawat, dikatakan Zakaria, ada yang menderita tumor, hernia, jantung, sesak nafas, kaki gajah, ginjal,TBC, darah tinggi, kencing manis. Selebihnya, didominasi pasien yang memiliki penyakit saluran pernafasan. Seluruh biaya pengobatan digratiskan. Tak kurang dari 250 pasien berobat jalan yang datang ke rumah sakit lapangan tersebut, meski terbilang jauh dari Banda Aceh. Jarak Banda Aceh- Jantho sekitar 45 kilometer. Sejak didirikan, sudah lebih 2.000 pasien yang dirawat. Di rumah sakit ini, ada empat dokter ahli, empat dokter umum dan 42 tenaga medis. (asy/)


Berita Terkait